'Prabowo Tindak Lanjuti Potensi Besar Rare Earth ke Jokowi'

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 July 2020 19:42
Rare earth element atau yang juga dikenal dengan sebutan logam tanah jarang (LTJ) . (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rare earth element (REE) atau biasa disebut logam tanah jarang (LTJ) banyak diperbincangkan setelah pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Pur) Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu mereka membahas soal potensi besar LTJ untuk industri persenjataan.

Sebagaimana diketahui, LTJ dapat ditemukan dalam komoditas timah dan salah satu daerah penghasil timah adalah Bangka Belitung. Di sana, salah satu perusahaan pelat merah, yaitu PT Timah Tbk, melakukan penambangan komoditas itu.

Ditemui di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (10/7/2020), Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosma Djohan mengaku sudah bertemu dengan Prabowo perihal potensi besar LTJ. LTJ merupakan satu dari 13 mineral ikutan yang ada di dalam timah. 

"Ini adalah mineral-mineral yang sangat memiliki potensi untuk ketahanan negara kita," ujar Erzaldi.

Tidak berhenti sampai di situ, Ia mengklaim kalau Prabowo sudah mendiskusikan potensi besar LTJ dengan Presiden Joko Widodo. 

"Alhamdulillah dengan Pak Prabowo sudah menindaklanjuti ke Pak Presiden dan kita tunggu nanti kebijakan dari pemerintah," kata Erzaldi.



Ihwal potensi LTJ, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak menjelaskan, sudah ada tiga sumber potensi LTJ yang telah diidentifikasi. Pertama dari pertambangan timah yang menghasilkan monasit (La, Ce, Nd, dll). Kedua, dari tambang bauksit menghasilkan Yttrium (Y) . Ketiga dari nikel yang masih dalam kajian memiliki potensi skandium (Sc).

"Kebijakan saya kira sudah difasilitasi oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Harus ada arah ke mana pohon industrinya. Jadi harus dari hulu ke hillir, yang penting adalah selamatkan monasit ini," ungkapnya, Rabu (8/07/2020). 

"Seharusnya ada badan pengumpul, mungkin akan ditunjuk BUMN. Pengumpul monasit dari pada tidak terkendali ke mana-mana. Sedang dikoordinasikan Menko Kemaritiman dan Investasi," lanjut Yunus.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman mengatakan LTJ memiliki potensi yang sangat besar untuk industri dalam negeri.

"Itu baru survei tahun depan, itu potensial sekali. Kita bisa buat chip dan berbagai keperluan teknologi tinggi, nah itu harus di survei terlebih dahulu" katanya selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu, (08/07/2020).

Ia mengatakan, LTJ bisa ditemukan di daerah yang menghasilkan timah, seperti di Bangka Belitung. Saleh meyakini Indonesia punya cadangan LTJ dalam jumlah besar.

"Pasti di daerah timah kayak Bangka Belitung, kemudian daerah yang bersenyawa dengan cebakan mineral ekonomis lainnya" ujar Saleh



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading