Internasional

Pentagon Kecam China, Bomber AS Masuk Laut China Selatan

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
06 July 2020 14:37
Pesawat Nimitz Carrier Strike Force dan B-52 Bomber di Laut Cina Selatan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Amerika Serikat (AS), Pentagon, mengerahkan pesawat pembom strategis B-52H ke Laut China Selatan (LCS). Hal ini terungkap dari twitter resmi Pasific Air Force, @PACAF.

Jet B-52 masuk ke kawasan sebagaimana dimuat Minggu (5/7/2020) kemarin. Dalam pernyataannya PACAF menyebut bomber tersebut tengah melakukan latihan militer di kawasan tersebut.






"Bomber mendemonstrasikan kapasitas AS untuk secara cepat menuju ke pangkalan terdepan dan melaksanakan misi penyerangan jarak jauh," kata Letnan Kolonel Christopher Duff, komandan Skuadron Bom ke-96 dikutip dari Global Times.

"Hal semacam ini menunjukkan kemampuan AS untuk menjangkau area mana saja dari pangkalan di AS. Terbang ke mana saja di dunia dan menjalankan misi itu."



Pesawat pembom yang diluncurkan AS itu mampu membawa rudal jelajah dan bom nuklir. Pesawat itu lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di AS pada hari Sabtu.

Bukan hanya itu, dua kapal induk AS yakni USS Nimitz dan Ronald Reagen juga disebut masuk ke LCS Sabtu. Sama seperti jet B-52, keduanya melakukan latihan dan operasi di kawasan perairan ini.

Peristiwa ini terjadi setelah Pentagon mengecam keras latihan militer China di LCS. China, melakukan latihan militer selama lima hari di Kepulauan Paracels, 1-5 Juli.

"Departemen Pertahanan prihatin dengan keputusan Republik Rakyat China (RRC)," tegas pentagon dalam sebuah pernyataan, sebagaimana ditulis AFP.



"Kegiatan ini semakin membuat situasi tidak stabil di wilayah yang diklaim China, Vietnam dan Taiwan itu."


Ketegangan antara AS dan China di kawasan LCS telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Pemicunya adalah klaim negeri Xi Jinping bahwa 80% LCS atau 2.000 km area merupakan bagian negaranya dengan konsep Sembilan Garis Imajiner.



Konflik yang terjadi di kawasan juga bisa dibilang sebagai salah satu sengketa wilayah terbesar. Mengingat China memperebutkan wilayah perairan yang kaya akan gas alam dan minyak itu dengan banyak negara.

AS belakangan memang masuk mengamankan Pasifik. Sejumlah negara ASEAN memang memiliki kesepakatan kerja sama militer dengan AS, sebut saja Singapura dan Filipina.

AS, juga disebut sudah mengalokasikan 60% tentara militernya ke kawasan ini. Menurut laporan Institut Nasional Studi LCS , sudah ada 375.000 tentara AS di kawasan ini dengan tiga kapal induk utama.

Mengutip berbagai sumber, masuknya AS ke kawasan juga diperkirakan karena tak mau hilang kendali akibat kian agresifnya dominasi China. Apalagi, saat Covid-19 menjadi pandemi, China disebut semakin gencar di kawasan ini.

Selain itu, AS juga disebut menjaga hubungan dengan sekutu-sekutu-nya. Termasuk mengamankan bisnis keamanannya, yang memang dibuat dengan sejumlah negara.

Dalam empat bulan terakhir di 2020, Angkatan Laut AS setidaknya empat kali beroperasi di perairan itu. Di tengah perselisihan dengan AS, China tiba-tiba dikabarkan akan menaikkan anggaran militernya hingga 6,6% di 2020 menjadi 1.268 triliun (US$ 178 miliar atau sekitar Rp 2632 triliun).


[Gambas:Video CNBC]

(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading