3 Kawasan DKI Jadi TOD Baru, Siap-Siap Propertinya 'Meledak'

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
02 July 2020 16:44
Warga melintas kawasan Stasiun MRT BNI City, Jakarta, Selasa (26/5). Usai libur Hari Raya Idulfitri 1441 H sejumlah pekerja sudah terlihat masuk. Pemerintah telah mengambil keputusan untuk menggeser cuti bersama Lebaran 2020 akibat wabah virus corona (Covid-19). Dengan begitu, jadwal libur hari raya hanya berlaku sampai H+1 Lebaran atau pada pada 25 Mei 2020, termasuk untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pantauan CNBC Indonesia  penerapan normal yang baru atau new normal terlihat diberlakukan di sarana transportasi umum guna menunjang aktivitas warga yang bekerja di tengah pandemi virus Corona baru (COVID-19). Untuk diketahui, panduan bekerja di situasi new normal tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja meneken Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai panduan rancang kota di 3 kawasan Transit Oriented Development (TOD), yakni Blok M-ASEAN, Fatmawati, dan Lebak Bulus. Keberadaan TOD diperkirakan akan mengangkat kawasan properti sekitar.

PT MRT Jakarta ditunjuk sebagai pengelola untuk mengemban kawasan tersebut. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, menjelaskan bahwa masing-masing kawasan memiliki tema berbeda.

Blok M-ASEAN


Panduan rancang kota kawasan Blok-M ASEAN ditetapkan melalui Pergub No 55 Tahun 2020. Kawasan ini bertema Green Creative Hub. "Jadi kita akan mengembalikan Blok M sebagai kawasan yang hijau," ujar William di Jakarta, Kamis (2/7/20).

Di kawasan ini, terdapat sejumlah simpul transportasi di antaranya Stasiun MRT Jakarta Blok M, serta ASEAN Sisingamangaraja, Terminal Blok M, dan Halte TransJakarta Masjid Agung.

"Kira-kira ada penambahan di 470.000 meter persegi square area pengembangan campuran. Ada yang dikerjakan dalam waktu singkat, ada yang sampai  21 tahun ke depan. Ada penambahan pekerjaan trotoar, pepohonan, bike sharing, ruang terbuka, dan satuan ruang parkir yang akan berkurang," ujarnya.

Selain itu, disiapkan 31.718 meter persegi area untuk aktivitas informal. Area ini mengakomodir kegiatan informal seperti PKL, hawker center, serta ojek online. Ada pula 16 fasilitas bike sharing yang disiapkan.

Fatmawati

Adapun kawasan TOD Fatmawati, disiapkan di atas 460.000 meter persegi lahan pengembangan. Panduan rancang kota kawasan ini ditetapkan melalui Pergub No 56 tahun 2020 dengan tema Ruang Atas Dinamis.

"Ada 460 ribu meter persegi area campuran yang akan dikembangkan. Kita akan kerja sama dengan developer-developer untuk pengembangan di kawasan tersebut," bebernya.

Di kawasan ini, disiapkan 12 fasilitas bike sharing. Selain itu, bakal ada 0,5 hektare taman dan ruang terbuka. Selanjutnya, ada pula 13.960 meter persegi area tepian sungai yang dapat dikembangkan menjadi taman atau plaza yang bisa digunakan sebagai pedestarian.

Lebak Bulus

Panduan rancang kota kawasan ini ditetapkan melalui Pergub No 57 tahun 2020. Adapun temanya adalah Gerbang Terminus Selatan Jakarta. "Kita akan jadikan gerbang di selatan Jakarta," kata William.

Di kawasan ini terdapat 200.000 meter persegi lahan pengembangan fungsi campuran. Selain itu, terdapat 1,5 hektare taman dan ruang terbuka, 78.404 meter persegi ruang teduh publik, dan 5.000 meter persegi area PKL.

Terdapat pula 7 titik park & ride, yang menyediakan tambahan 1.500 lahan parkir. Hal ini mendukung Lebak Bulus sebagai pemberhentian terakhir MRT Jakarta dengan mengakomodir perpindahan moda transportasi dari kendaraan pribadi menuju MRT Jakarta.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading