Bos Pertamina: 5 Kilang Tuntas 2026, RI Tak Impor Solar Lagi

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
01 July 2020 17:50
INFOGRAFIS, Laba PT Pertamina (Persero) Meroket

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan ada tugas besar yang dibebankan pemerintah kepada perseroan. Tugas itu adalah mengurangi impor minyak.

Berbicara dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (1/7/2020), Nicke menjelaskan, kebijakan pemerintah yang mendorong kendaraan listrik hingga meningkatkan penggunaan biodiesel (B20, B30, B50, dan B100) berpengaruh kepada perubahan permintaan minyak ke depan.

"Maka penting untuk melihat kembali supply demand ke depan. Pemerintah saat ini sedang menyusun kembali, membuat revisi RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) yang kemudian diterjemahkan ke kebijakan energi nasional. Ini yang menjadi landasan, ini gak bisa jadi keputusan Pertamina sendiri, Pertamina harus ikut kebijakan energi nasional ke depan," kata Nicke.

Namun, lanjut dia, fakta hari ini menunjukkan Indonesia masih melakukan impor minyak.

"Salah satu tanggung jawab Pertamina adalah mengurangi defisit neraca perdagangan dengan membangun kilang," ujar Nicke.

Oleh karena itu, Pertamina terus mempercepat pengembangan kilang proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru proyek Grass Roof Refinery (GRR).

Setelah proyek ini rampung nantinya kilang yang saat ini berkapasitas 1 juta barel per hari akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 juta barel per hari, sehingga kebutuhan kilang terpenuhi tanpa perlu impor lagi.

Berikut adalah target penyelesaian proyek kilang Pertamina:

Target penyelesaian proyek kilang PertaminaFoto: Target penyelesaian proyek kilang Pertamina (Dokumentasi Pertamina)



"Dengan pembangunan 4 RDMP dan 1 GRR di 2026, kita sudah tidak lagi melakukan impor gasoil (solar), kita gak impor, malah berlebih. Kita lakukan ekspor. Kita hanya butuh sedikit gasoline (bensin) untuk impor. Dengan 4 RDMP dan 1 GRR cukup. Tapi ini kan butuh kesepakatan semua. Seluruh pembangunan kilang itu dan merupakan PSN. Jadi kami tetap jalankan," kata Nicke.

"Tapi kan masalahnya kita masih impor, kami gak bisa nunggu. Jadi kami lakukan saja. Kami harap dari bapak ibu anggota Komisi VII bersama-sama lakukan ini agar tidak ada lagi masalah," lanjutnya.


Saksikan video terkait di bawah ini:

Pertamina Keluhkan Beban Keuangan Selama Pandemi ke DPR


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading