Belanja Seret? Jokowi: Pantau Tiap Hari & Telepon Menterinya

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
30 June 2020 10:17
Cover Fokus, luar, thumbnail, kecil, Jokowi Marah

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan ragu untuk menegur keras jajarannya yang masih lamban dalam mencairkan anggaran belanja pemerintah, baik itu belanja modal maupun belanja untuk kebutuhan penanganan Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan Jokowi saat memberikan pengararahan untuk penanganan Covid-19 terintegrasi di Provinsi Jawa Tengah, Semarang, yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (30/6/2020).

"Saya pantau tiap hari. Saya tahu kementerian ini berapa persen. Kalau rendah, saya telepon langsung, saya tegur langsung menterinya atau kepala lembaganya," kata Jokowi.


Jokowi mengingatkan bahwa pencairan belanja pemerintah diperlukan agar uang beredar di masyarakat tidak kering. Anggaran belanja pemerintah diharapkan bisa membuat aktivitas ekonomi bergerak di masyarakat.

"Jangan kita biarkan uang beredar semakin kering atau semakin sedikit. Belanja kita dorong agar peredaran uang di masyarakat semakin banyak," katanya.

Sebagai informasi, persoalan ini sejatinya menjadi salah satu kemarahan Jokowi dalam sidang kabinet paripurna pada Kamis 18 Juni 2020. Jokowi mengaku kecewa lantaran belanja pemerintah masih terkesan lamban dalam situasi pandemi.

"Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak. Jadi belanja negara kementerian tolong dipercepat," katanya.

Mengutip data realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akhir Mei, serapan belanja memang sudah cukup baik, namun realisasinya mengendur dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dibandingkan Januari - Mei 2019, realisasi belanja negara turun 1,4%, sementara realisasi belanja kementerian dan lembaga turun 6,13%.

 


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading