Pamer ke China, Militer India Perkuat Perbatasan di Himalaya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 June 2020 20:47
An Indian army soldier guards atop one of the vehicles as an army convoy moves on the Srinagar- Ladakh highway at Gagangeer, north-east of Srinagar, India, Wednesday, June 17, 2020. Indian security forces said neither side fired any shots in the clash in the Ladakh region late Monday that was the first deadly confrontation on the disputed border between India and China since 1975. China said Wednesday that it is seeking a peaceful resolution to its Himalayan border dispute with India following the death of 20 Indian soldiers in the most violent confrontation in decades. (AP Photo/Mukhtar Khan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan India dan China belum juga mereda. Kali ini India mengambil tindakan dengan memperkuat perbatasannya di atas titik nyala wilayah Himalaya pada Rabu (24/6/2020).

Beberapa jet tempur milik India terbang di atas wilayah tersebut ketika China sedang memegang kendali wilayah yang diperebutkan.

Pasukan China dikabarkan telah memegang sebidang tanah yang mencakup beberapa kilometer persegi di mulut lembah Galwan, menyusul keributan mematikan di sana pada 15 Juni, menurut sumber militer India mengatakan kepada AFP.


Kedua belah pihak secara terbuka sempat menyatakan mereka akan mundur setelah bentrokan yang menyebabkan 20 tentara India terbunuh dalam pertempuran yang melibatkan batu dan pentungan bertabur paku.

Namun keduanya masih mempertahankan pasukan di sekitar lembah, dengan India mengerahkan lebih banyak pasukan dan berusaha untuk memproyeksikan kekuatan militer.

Jet India secara teratur lepas landa dari sebuah pangkalan militer di Leh, kota utama India di wilayah yang diperebutkan, dan menuju ke perbatasan pegunungan yang berjarak 240 kilometer.

Ada juga pos-pos pemeriksaan di jalan-jalan utama di luar Leh dan hiruk-pikuk aktivitas militer di sekitar kota utama yang terletak pada 3.500 meter. Bahkan ada warga melaporkan antrean panjang truk militer dan artileri di jalan dekat Leh.

"Kami sekarang memiliki kekuatan yang baik di daerah itu," kata seorang pejabat Komando Utara tentara India kepada AFP tanpa menyebut nama.

Tashi Chhepal, seorang pensiunan kapten tentara India yang telah bertugas di daerah itu dan bermarkas di Leh, mengatakan mobilisasi itu belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah sensitif yang menyentuh Pakistan dan juga China.

"Saya belum pernah melihat gerakan militer semacam ini sebelumnya," katanya kepada AFP.

Perseteruan antara China dan India di wilayah perbatasan itu sudah terjadi sejak 1962 atau lebih dari 50 tahun lalu. Setelah terakhir memakan korban 4 tentara India di tahun 1975, korban jiwa baru terjadi lagi sekarang.

Sebenarnya perbatasan kedua negara sudah dibatasi oleh Garis Kontrol Aktual (LAC). Namun tidak ada yang mengakui ini. Ketegangan keduanya ditakutkan mempengaruhi komoditas.

Menurut mantan pejabat militer India, pembangunan jalan dan jalur udara oleh India menjadi penyebab bentrokan tersebut. India membangun jalan di lembah Galwan yang menghubungkannya ke pangkalan udara Daulat Beg Oldi.

China menduga pembangunan infrastruktur yang dilakukan India di sepanjang LAC ini berbahaya. Terutama untuk kawasan Aksai Chin yang jadi bagian China, yakni provinsi Xinjiang dan Tibet.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading