Menteri Nadiem Keluarkan Aturan Gaji Guru Honorer, Ini Isinya

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 June 2020 18:26
Kemitraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Netflix (CNBC Indonesia/Arif Budiansyah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru saja mengeluarkan kebijakan baru untuk penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan pendidikan kesetaraan.

Seluruh dana ini dipastikan akan dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan di masa kedaruratan Covid-19 dan pembayaran honor para guru honorer.

Guru honorer yang dapat dibayarkan gajinya dengan dana tersebut adalah yang tercatat pada data pokok pendidikan per 31 Desember 2019 yang belum mendapatkan tunjangan profesi serta telah memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah.


"Mengenai persentase penggunanya, ketentuan pembayaran honor dilonggarkan menjadi tanpa batas," kata Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dikutip melalui keterangan resminya.

Secara detail, dana tersebut bisa digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembersih kuman, masker atau penunjang kebersihan dan kesehatan lainnya termasuk alat pengukur suhu tubuh tembak.

Khusus BOP PAUD dan kesetaraan juga dapat digunakan untuk mendukung biaya transportasi pendidik. Selain itu, ketentuan persentase penggunaan BOP PAUD dan kesetaraan pun dilonggarkan menjadi tanpa batas.

"Penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Kementerian Agama," katanya.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 19/2020 tentang perubahan petunjuk teknis BOS dan Permendikbud 20/2020 tentang perubahan petunjuk teknis BOP PAUD.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bapak-Ibu, Ini Penjelasan Menteri Nadiem Soal Masuk Sekolah


(dob/dob)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading