Sri Mulyani, Defisit Dramatis APBN & Beban 10 Tahun ke Depan

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
18 June 2020 18:46
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai APBN KiTa (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam rangka memulihkan perekonomian nasional (PEN) tahun ini akibat epidemi Covid-19, pemerintah telah mengeluarkan anggaran sangat besar. Anggaran biaya penanganan Covid-19 melalui PEN ditetapkan sebesar Rp 695,20 triliun.

Pembiayaan ini mengakibatkan defisit anggaran yang semakin melebar menjadi Rp 1.039,2 triliun atau 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurutnya, defisit yang tinggi ini akan menjadi beban pemerintah dalam jangka panjang. Tak tanggung-tanggung, peningkatan defisit karena Covid-19 bisa menjadi beban hingga 10 tahun mendatang.

"Defisit meningkat dramatis dan jadi beban kita dalam 10 tahun ke depan," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Kamis (18/6/2020).

Namun, kondisi ini bisa berubah jika pembiayaan yang dilakukan pemerintah tahun ini bisa berjalan baik. Dimana, hal ini akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) yang siap membantu pemerintah untuk membiayai defisit anggaran tersebut.

Dalam hal ini BI dan Pemerintah telah sepakat melakukan burden sharing. Dimana, BI bisa masuk ke pasar perdana untuk membeli SBN pemerintah jika hasil lelang di lelang belum mencapai target.

Dengan langkah ini diharapkan, pembiayaan defisit tidak membebani tugas pemerintah dalam melakukan kegiatan perekonomian lainnya.

"Itu pembagian beban kami dengan BI yang jadi kunci bagaimana untuk kelola dampak Covid tanpa tingkatkan beban fiskal yang akan mengurangi kemampuan dalam dukung berbagai program pembangunan dan masalah-masalah yang sifatnya fundamental," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading