Geliat Program BBM Satu Harga Jokowi di Era Pandemi Covid-19

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
18 June 2020 08:10
BPH Migas meresmikan BBM 1 Harga SPBU Kompak di Kecamatan Pulau Maya, Kalbar, Rabu, (17/06/2020). (CNBC Indonesia/ Anisatul Umah)

Ketapang, CNBC Indonesia - PandemiĀ Covid-19 telah berdampak kepada seluruh lini kehidupan. Kendati demikian, hal itu tidak menyurutkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengejar program BBM Satu Harga.

Kemarin, Rabu, (17/06/2020), BPH Migas untuk yang pertama kalinya di tahun 2020 meresmikan program BBM Satu Harga SPBU Kompak di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan program ini menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memberikan keadilan ketersediaan, keadilan distribusi, dan keadilan harga di bidang energi bagi masyarakat di wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T).

Melalui program ini masyarakat Pulau Maya yang mulanya membeli BBM dengan harga hampir Rp 10.000/liter, kini bisa membeli dengan harga yang sama seperti kota-kota lain, yakni premium Rp 6.450/liter dan solar Rp 5.150/liter. Di tahun ini BPH Migas menargetkan akan membangun 83 lembaga penyalur BBM Satu Harga.

"BPH Migas hari ini hadir, meresmikan BBM Satu Harga ini yang pertama di 2020 sejak Januari. Dan sekarang new normal BPH turun langsung," ungkapnya, Rabu,(17/06/2020).

Lebih lanjut Ifan sapaan akrabnya, meminta agar program ini diawasi bersama-sama, sehingga penyalurannya bisa tepat sasaran. Ia mengatakan BBM subsidi jangan sekali-kali dijual ke industri.

"Ini BBM hak rakyat kecil dengan selama ini beli Rp 10.000/liter, keuntungan nelayan akan lebih besar," tegasnya.



Dalam kurun waktu 2017-2019, BPH Migas telah berhasil mengawal dan melakukan supervisi terhadap pembangunan penyalur BBM Satu Harga dengan capaian sebanyak 170 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga. BPH Migas telah menugaskan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) untuk melakukan pembangunan Penyalur BBM Satu Harga di lokasi yang sudah ditetapkan.

"Untuk tahun 2020 ditargetkan akan dibangun 83 lokasi penyalur BBM Satu Harga dengan sebaran 13 penyalur di Sumatra, 13 di Kalimantan, 21 di NTB dan NTT, 7 di Sulawesi, dan 29 Penyalur di Maluku dan Papua" kata Ifan.

Ifan berharap agar program ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan mempermudah proses perizinan. Serta Pertamina tetap menjaga suplai BBM sehingga kehadiran BBM Satu Harga membawa dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T.

Salah satu warga, Awaluddin (52) dari Desa Kambojang, Pulau Maya mengaku bersyukur program BBM Satu Harga ini berjalan baik. Ia bercerita biasanya dalam satu hari mengonsumsi bahan bakar liter liter, dengan pendapatan kotor Rp 200.000.

"Biasanya beli ke tengkulak Rp 10.000/liter dengan harga di bawah Rp 10.000 lumayan ya. Alhamdulillah mudah-mudahan berjalan lancar," ujar Awaluddin.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading