Penjualan Mobil Anjlok 95%, Lebih Parah dari Krisis 1998

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
16 June 2020 16:20
Hyundai Grand i10 menggunakan mesin Kappa 1.25 MPI D – VVT 1.248 cc 4 silinder dengan tenaga maksimal 86 dk, dan torsi 114 Nm. Untuk harha Hyundai i10 GLX manual dibanderol Rp 181 juta. Sedangkan Hyundai i10 model 2019 varian paling tinggi yakni varian i10 X otomatik seharga Rp 209 juta.  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Saat pandemi merebak dan pendapatan masyarakat tergerus maka ada potensi peningkatan kredit macet (NPL & NPF). Masyarakat juga menjadi 'less creditworthy' sehingga bank dan perusahaan pembiayaan akan semakin selektif dalam menyalurkan kreditnya terutama untuk sektor konsumen.

Mobil merupakan salah satu jenis durable goods yang biayanya termasuk mahal. Banyak konsumen yang membeli mobil secara kredit. Saat wabah bank dan perusahaan leasing lebih fokus pada restrukturisasi kredit.

Dalam merespons kondisi genting seperti ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan paket kebijakan yang salah satunya untuk menjaga fundamental sektor riil dengan memberikan penundaan dan atau keringanan pembayaran angsuran melalui program restrukturisasi kredit/pembiayaan leasing dengan jangka waktu 1 tahun.


Imbauan lain yang diberikan OJK adalah tidak menggunakan debt collector untuk sementara waktu dan kebijakan ini berlaku untuk kurun waktu 1 tahun.

OJK mencatat jumlah restrukturisasi pembiayaan yang disetujui dilakukan perusahaan pembiayaan (multifinance/leasing) kepada nasabahnya sudah mencapai Rp 43,18 triliun yang terdiri dari 1,32 juta debitur leasing. Ini merupakan restrukturisasi pembiayaan yang berlaku selama pandemi Covid-19. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan jumlah tersebut berdasarkan data yang disampaikan per 8 Mei 2020.

"Perusahaan pembiayaan sampai 8 Mei 2020, kontrak restrukturisasi yang disetujui 1,328 juta debitur atau lengkapnya 1.328.096 debitur senilai Rp 43,18 triliun. Kontrak dalam proses 743.785 debitur," kata Wimboh dalam konferensi pers virtual bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (11/5/2020).

Penjualan mobil akan rebound jika wabah sudah mulai mencapai puncak dan roda ekonomi kembali dipacu. Namun seberapa besar rebound jelas tergantung dari banyak hal terutama terkait seberapa besar dampak pandemi terhadap perekonomian. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


(twg/twg)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Live Now! Corona Menyebar, Penjualan Mobil Ambyar

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading