Internasional

Dapat Ucapan Terima Kasih dari Trump, Ini 'Balasan' Iran

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 June 2020 08:45
FILE PHOTO: An Iranian flag flutters in front of the International Atomic Energy Agency (IAEA) headquarters in Vienna, Austria, January 15, 2016.   REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran tak selalu panas. Kedua negara bisa sepakat, termasuk dalam pertukaran tahanan kedua negara.

Bahkan Presiden AS Donald Trump sempat berterima kasih ke negara tersebut. Hal ini diharapkan jadi awal positif bagi kedua negara untuk permasalahan lainnya.




Menanggapi ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan Iran siap untuk melakukan pertukaran tahanan lebih lanjut dengan AS.

"Jika ada kemungkinan pertukaran tahanan, kami memiliki kesiapan untuk membebaskan orang-orang yang dipenjara di Amerika dan mengembalikan mereka ke negara itu," kata Mousavi pada Minggu (7/6/2020), sebagaimana diberitakan kantor berita resmi IRNA yang dikutip Reuters.



Sebelumnya, Iran membebaskan Michael White, veteran Angkatan Laut AS yang ditahan di Iran sejak 2018. Setelah dua tahun ditahan, White dibebaskan pada Kamis (4/6/2020) lalu sebagai bagian dari kesepakatan, dimana AS mengizinkan dokter keturunan Iran-Amerika, Majid Taheri untuk mengunjungi Iran.

Peristiwa yang cukup langka, sebab AS dan Iran jarang bekerja sama.

Pembebasan White terjadi dua hari setelah Pemerintah AS mendeportasi Sirous Asgari, profesor Iran yang dipenjara di Negeri Paman Sam, yang sebelumnya sudah dibebaskan walaupun sudah mencuri rahasia dagang. AS sebelumnya juga membebaskan dua warga Iran pada pekan kemarin.

Pada hari pembebasan White, Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran lewat akun Twitternya @realDonaldTrump.

"Terima kasih kepada Iran," tulis Trump pada Jumat.

"Sangat bangga melihat Michael pulang. Ia sudah sampai. Very exciting. Terima kasih Iran. Jangan menunggu sampai setelah pemilu AS untuk membuat keputusan besar," tulisnya lagi.

AS dan Iran dikenal sebagai musuh bebuyutan. Keduanya berkonflik soal nuklir Iran.

Bahkan pada 2018, AS keluar dari perjanjian pembatasan nuklir Iran, yang mengikat kedua negara, China, Rusia dan Uni Eropa. Bahkan Iran kembali diberi sanksi yang membuat ekonominya jatuh dan penjualan minyak terganggu.

Bulan lalu, kedua negara juga bersitegang di Laut Arab. Kapal Iran disebut mengelilingi kapal perang AS di Laut Teluk. AS menuding Iran melakukan provokasi, sedangkan Tehran menyebut Washington melanggar teritori mereka.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading