Internasional

Bukan China, India Episentrum Baru Corona Asia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 May 2020 15:03
Indian crowd wave their flags as they wait for Indian Prime Minister Narendra Modi at a community gathering during his two-day visit, at Bahrain National Stadium, Isa Town, in Manama, Bahrain, August 24, 2019. REUTERS/Hamad I Mohammed
Jakarta, CNBC IndonesiaIndia jadi negara pertama dari benua Asia yang masuk ke dalam daftar 10 besar negara dengan kasus terjangkit wabah virus corona (COVID-19) di dunia.

Ketika tingkat infeksi dari virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini mulai menurun di banyak negara, kasus di India malah meningkat tajam. Bahkan para ahli epidemiologi memperingatkan bahwa puncak gelombang pertama dari wabah ini belum muncul di India.




Negara Anak Benua tersebut kini menduduki posisi ke-9, dengan 165.799 kasus terjangkit, naik 413 kasus dalam sehari. Sedangkan untuk kematian ada 4.711 kasus, dan 71.106 kasus sembuh per Jumat (29/5/2020), menurut data Worldometers.

Sebanyak 75.817 kasus kini sudah selesai ditangani, dengan sebanyak 71.106 (94%) berhasil sembuh dan selesai dirawat, 4.711 (6%) berakhir dengan kematian.

Kekhawatiran meningkat tajam di negara yang memiliki 1,3 miliar penduduk tersebut. Sebab sistem perawatan kesehatan India yang sudah menanggung banyak beban dan harus menangani lonjakan sekitar 6.000 kasus infeksi setiap minggunya.



Sementara pemerintah India melonggarkan aturan penguncian (lockdown) nasional. Padahal rumah sakit yang tersebar di seluruh negara masih harus berjuang lebih keras dalam pertempuran melawan virus yang muncul di Kota Wuhan, China sejak Desember 2019 lalu.

Menurut laporan eksklusif Reuters saat meliput di dalam Max Super Speciality Hospital, yang saat ini merupakan situs perawatan COVID-19 swasta terbesar di New Delhi, di sana sudah ada sekitar 200 pasien dirawat karena penyakit COVID-19.

"Kami mendapatkan semakin banyak orang setiap hari baik dalam jumlah maupun dalam keparahan penyakit," kata Arun Dewan, direktur bagian perawatan kritis rumah sakit. "Kami tidak melihat akhir apa pun."

Dalam 35 tahun karirnya, Dewan mengemukakan jika ini adalah pertama kalinya ia memerangi pandemi skala global, dan ia takut yang terburuk belum datang.

"Tenaga kerja akan menjadi tantangan terbesar. Kami telah mencapai batasnya," katanya, menambahkan bahkan ketika jumlah korban meningkat, dan daftar tunggu pasien juga ikut bertambah cepat.

Namun tetap ada kemenangan kecil yang membuat tenaga kesehatan (nakes) tetap maju. Bagi Steena, seorang dokter yang bekerja di ICU, salah satu momennya adalah ketika ada seorang wanita berusia 70 tahun yang sudah dalam kondisi sangat buruk, dapat pulih dalam beberapa minggu terakhir.

"Setelah tujuh atau delapan hari, ia dibawa keluar dari ventilator, dan dinyatakan negatif," katanya, terdengar penuh harapan, sebelum segera berbalik untuk merawat pasien lain.

Secara global, sudah ada 213 negara yang terjangkit. Lebih dari 5,9 juta kasus terjangkit, dengan lebih dari 360 ribu kematian, dan lebih dari 2,5 juta kasus pasien berhasil sembuh sejauh ini.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading