KFC Mati-Matian, Rumahkan & Potong Gaji Hampir 5.000 Karyawan

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
22 May 2020 06:21
In this Friday, Feb. 23, 2018 photo a person departs a Kentucky Fried Chicken fast food restaurant, in Boston. (AP Photo/Steven Senne)
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), perusahaan pemegang merek waralaba ayam goreng KFC mengakui bisnis mereka terganggu pandemi COVID-19 hingga harus menghentikan sebagian operasi usaha. Hal ini berdampak pada nasib ribuan pekerja mereka harus dirumahkan, tapi mereka matian-matian mempertahankan karyawan sehingga tak ada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam keterbukaan informasi kepada bursa, 19 Mei 2020, perseroan memperkirakan jangka waktu penghentian sebagian operasional lebih dari 3 bulan, tanpa menjelaskan sejak kapan dan sampai kapan. Total gerai yang terdampak sebanyak 115 gerai karena mal-mal tutup tak hanya di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia.

Bagaimana KFC mencoba bertahan?


"Perusahaan sangat mengharapkan semua jenis pelayanan sudah dapat dibuka, termasuk dine-in (makan di tempat) walaupun ada pembatasan kapasitas pelanggan di dalam gerai. Untuk sementara, di tengah kondisi ini, hanya layanan take-away home detivery, drive-thru, dan on-line ordering yang beroperasi," jelas perseroan dikutip Jumat (22/5/2/2020).


KFC menjalankan beberapa langkah untuk meningkatkan pendapatan semaksimal mungkin dengan cara menyediakan menu dengan harga terjangkau dan cara-cara untuk memperluas jenis pelayanan yang dapat diberikan kepada pelanggannya.

Berdasarkan catatan resmi perseroan, jumlah karyawan yang dirumahkan mencapai 4.988 orang, atau sekitar 29% dari total karyawan tetap dan tidak tetap yang berjumlah 17.216 orang. Sedangkan total karyawan tetap perseroan 16.962 orang. 

"Terdapat 115 gerai Perseroan yang ditutup karena mal yang berhenti, atau plaza dinyatakan harus tutup karena dampak COVID-I9 di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta," jelas perseroan.

Selain itu, ada 4.847 karyawan yang juga terdampak dengan pemotongan gaji sampai 50%. Perseroan memperkirakan penurunan pendapatan dan laba akibat dampak pandemi COVID-19 sebesar 25-50% dari penutupan sementara 115 gerai.



[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading