Internasional

Hampir 4,8 Juta Orang Terinfeksi Corona Secara Global

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
18 May 2020 06:52
A view of the corridor outside the intensive care unit of the hospital of Brescia, Italy, Thursday, March 19, 2020. Italy has become the country with the most coronavirus-related deaths, surpassing China by registering 3,405 dead. Italy reached the gruesome milestone on the same day the epicenter of the pandemic, Wuhan, China, recorded no new infections. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some it can cause more severe illness. (Claudio Furlan/LaPresse via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona baru (COVID-19) telah menginfeksi 4.798.134 orang secara global per Senin (18/5/2020). Sebanyak 316.507 orang di antaranya telah meninggal dunia dan 1.855.076 orang sembuh, menurut Worldometers.

Dari total 2.626.551 kasus aktif yang ada saat ini, 2.581.733 (98%) orang sakit dalam kondisi ringan dan 44.818 (2%) sakit dalam kondisi serius atau kritis.

Saat ini, penyebaran wabah asal Wuhan, China ini sudah mencapai 213 negara dan teritori di seluruh dunia dan 2 alat angkut internasional.



Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan total kasus terbanyak, yaitu mencapai 1.526.815 kasus. Di mana 90.973 orang telah meninggal dan 344.938 orang sembuh. Di belakang AS, ada Rusia, dengan 281.752 kasus, 2.631 orang meninggal dunia dan 67.373 pasien telah sembuh.

Sementara di posisi ketiga ada Spanyol yang memiliki 277.719 kasus dengan 27.650 kematian dan 195.945 orang telah pulih. Inggris yang memiliki 243.695 kasus, menjadi negara keempat dengan kasus terbanyak secara global. Disusul Brasil di posisi kelima dengan total 241.080 kasus.

Brazil merupakan negara yang baru-baru ini memasuki daftar lima besar negara dengan kasus corona terbanyak. Itu terjadi setelah negara ini melaporkan peningkatan pesat jumlah kasus baru harian dalam beberapa hari terakhir.

Menurut BBC News, pejabat negara itu melaporkan 14.919 kasus baru dalam 24 jam terakhir pada hari Sabtu, membuat total kasus menjadi sebanyak 233.142 per hari itu. Sementara jumlah korban tewas di Brasil selama 24 jam itu adalah 816 orang, membawa total menjadi 15.633 orang. Ini merupakan angka kematian tertinggi kelima di dunia.

Meski penambahan angka kasus baru Brazil saat ini sudah sangat besar, para ahli memperingatkan bahwa angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena negara tersebut kurang melakukan pengujian.




Walikota kota terpadat di negara itu, São Paulo, bahkan telah memperingatkan bahwa sistem kesehatan kota itu bisa runtuh akibat banyaknya kasus yang harus ditangani. Hal itu juga telah diakui pihak berwenang negara itu.

"Brasil hanya menguji orang-orang yang dirawat di rumah sakit," kata Domingo Alves dari Universitas São Paulo Medical School kepada kantor berita AFP pekan lalu.

"Sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi berdasarkan data yang tersedia. Kami tidak memiliki kebijakan nyata untuk mengelola wabah," jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]


(res/res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading