Ogah Ngobrol dengan Xi Jinping, Trump Ancam 'Ceraikan' China

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
16 May 2020 05:00
FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump delivers his speech as he and China's President Xi Jinping meet business leaders at the Great Hall of the People in Beijing, China, November 9, 2017. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China sedang berada di titik nadir. Terbaru, Presiden AS Donald Trump mengutarakan sejumlah kekecewaan terhadap Presiden China Xi Jinping.

Dalam sebuah wawancara dengan FOX Business Network, yang disiarkan di AS pada Kamis (14/5/2020) waktu setempat, Trump mengaku kecewa karena sejumlah hal. Utamanya karena Negeri Tirai Bambu gagal menahan pandemi Covid-19 dan berimplikasi pada perjanjian damai dagang yang dibuat Januari 2020.

"Mereka seharusnya tidak membiarkan ini [Covid-19] terjadi," kata Trump dikutip Reuters. "Saya membuat kesepakatan perdagangan yang hebat dan sekarang saya bisa katakan, saya tak merasakan hal yang sama. Tinta sudah mengering dan wabah [Covid-19] datang. Rasanya jadi tak sama buat saya," lanjutnya.


Trump pun melanjutkan lagi dengan mengatakan, saat ini, tidak mau berbicara dengan Presiden China Xi Jinping. Bahkan, ia berujar, bisa melakukan banyak hal untuk "menghukum" China, termasuk memutus seluruh hubungan yang telah dijalin.

"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa memutus seluruh hubungan [dengan China]," ujar Trump.

Ia bahkan berujar, jika AS melakukan itu, Negeri Paman Sam bisa menghemat dana hingga US$ 500 miliar atau Rp 7.450 triliun (asumsi kurs Rp 14.900/US$). Angka itu merujuk pada impor tahunan AS dari China.

Pernyataan Trump mengundang kritik dari orang-orang dekat Xi Jinping. Pemimpin Redaksi Tabloid Global Times Hu Xijin yang terafiliasi dengan pemerintah China mengolok Trump.



"Presiden ini pernah menyarankan pasien Covid-19 agar disuntik disinfektan," kata Hu di Twitter. "Ingat ini dan kamu tidak akan terkejut ketika dia mengatakan dia bisa memutus seluruh hubungan dengan China," lanjutnya.

AS dan China terjebak perang dagang sejak 2018. Ketegangan ini terkait tarif masuk barang kedua negara. Pada 2019, perang dagang kedua negara berdampak pada pelemahan ekonomi global. Sejumlah negara yang ekonominya tergantung ekspor-impor mengalami penurunan ekonomi signifikan.

Perjanjian dagang parsial akhirnya dibuat awal tahun 2020. Namun, semenjak AS menjadi hotspot corona, dengan kasus terbanyak di dunia, Trump menyalahkan China dan meminta investigasi atas asal usul virus.

Seperti diketahui, virus corona baru penyebab Covid-19 pertama kali menyebar di Wuhan, Provinsi Hubei. Saat ini secara global, dari data Worldometers, ada 4 juta lebih manusia terinfeksi Covid-19.

[Gambas:Video CNBC]





(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading