Blak-blakan Ridwan Kamil: PSBB Jabar hingga Setop KRL

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
07 May 2020 08:03
Doc Ridwan Kamil
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah berlaku sejak, Rabu, (6/5/2020). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan keputusan ini diambil bukan asal-asalan namun secara ilmiah.

Ia mengatakan pandemi corona (COVID-19) adalah penyakit kerumunan, artinya jika tidak ada kerumunan maka tidak ada penyebaran penyakit. Berdasarkan pengalaman PSBB yang telah dilakukan di Bodebek dan Bandung menurutnya kecepatan penyebaran virus bisa ditekan.




Idealnya kerumunan masyarakat hanya mencapai 30% saja. Namun faktanya saat ini mencapai mencapai 48%.

Dengan standar maksimal tersebut artinya sebanyak 30% masih bisa berkegiatan dan bekerja. Tapi harus diatur dengan protokol COVID-19.

"Di Bandung indeks COVID-19 mendekati di bawah angka 1, sebaliknya yang tidak PSBB kecepatannya nambah. PSBB membuat kecepatan penularan turun," jelasnya saat wawancara khusus bersama CNBC Indonesia.

Pengalaman inilah menjadi alasan Ridwan Kamil mengambil kebijakan PSBB di Jawa Barat. Jumlah penduduk Jabar menurutnya mencapai 50 juta orang dikontrol 27 daerah. Daerah yang serempak dijaga tidak hanya provinsi namun antar kota dan kabupaten.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam rangka menekan penyebaran COVID-19, semestinya operasi operasi KRL Jabodetabek dihentikan sementara. Apalagi sebanyak tiga penumpang KRL dinyatakan positif terjangkit COVID-19 saat pemeriksaan dilakukan di Stasiun Bogor lusa lalu.

Namun padangannya tidak searah dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menegaskan KRL tetap beroperasi. "Untuk transportasi kewenangan kementerian, misalnya dari kami, kami ingin KRL berhenti dulu. Karena kami hanya bisa usulkan," ungkapnya.

Melihat kondisi ini, kata Kang Emil, hanya bisa meminta pertanggungjawaban dengan menjalankan keputusan sesuai dengan protokol. Ia meminta Kemenhub rutin melakukan evaluasi dan berharap aturan terkait KRL tidak terlalu kaku.

"Ibarat perang kami yang di lapangan, teori lahir dari pernyataan yang ada di lapangan," jelasnya.

Jabar sendiri mencatat ada penambahan 30 kasus baru kemarin. Total ada 1.320 kasus positif corona di provinsi itu, di mana ada 177 orang sembuh dan 90 meninggal.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading