Penyebab Inflasi April: Harga Gula Pasir & Emas yang Meroket

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
04 May 2020 12:06
BPS menyampaikan perkembangan inflasi April 2020 hingga pertumbuhan produksi industri manufaktur triwulan I-2020. (Youtube BPS Statistics)
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan April ini hanya 0,08%. Sedangkan inflasi secara tahunan tercatat 2,67% dan inflasi tahun kalender sebesar 0,84%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi tersebut di luar dari biasanya. Inflasi sebesar 0,08% tersebut sangat rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya apalagi saat Ramadan.

"Pergerakan inflasi ini tidak biasa dengan pola sebelumnya, tahun lalu masuk Ramadan dan jatuh Mei inflasi meningkat dan tahun ini justru melambat," ujarnya, Senin (4/5/2020).


Adapun penyebab inflasi tahun ini karena kenaikan harga bahan pokok dan beberapa barang lainnya. Menurut kelompok makanan dan minuman yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah bawang merah dengan andil 0,08%, gula pasir andil 0,02%, minyak goreng dan rokok, serta beras masing-masing andil 0,01%.

Sedangkan menurut kelompok perawatan pribadi dan jasa lain yang memberikan andil tertinggi ke inflasi adalah emas dan perhiasan sebesar 0,06%. Kenaikan tertinggi harga emas terjadi di Semarang sebesar 16%.

"Yang sebabkan inflasi inti itu di antaranya kenaikan harga emas dan perhiasan, gula pasir dan yang berikan andil ke inflasi harga bergejolak adalah bawang merah, minyak goreng," jelasnya.

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,42% dengan andil 0,05%. Deflasi disebabkan karena penurunan tarif angkutan udara karena adanya pandemi Covid19.

"Ini terjadi karena adanya PSBB, larangan mudik sehingga permintaan ke jasa angkutan udara mengalami penurunan," tegasnya.



Artikel Selanjutnya

Tak Seperti Ramadan Biasanya, Inflasi April Cuma 0,08%


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading