Covid-19

Prabowo, Kemenhan, Senjata Biologis & Teori Konspirasi

News - Hidayat Arif Subakti, CNBC Indonesia
28 April 2020 03:52
Prabowo Subianto (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Juru Bicara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak buka suara perihal anggapan yang menyebut virus corona baru penyebab Covid-19 sebagai bagian dari senjata biologi. Anggapan itu berkembang di kalangan penganut teori konspirasi. Lantas, bagaimana tanggapan Kemenhan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto?

"Sampai saat ini, berdasarkan data yang kita pelajari, kami tidak menemukan tren bahwa ini adalah senjata biologi. Kalau kemudian ada perang narasi politik internasional antara AS dan Tiongkok, kalau sekarang Inggris, AS, Jerman, menggugat Tiongkok, kami menganggap itu adalah narasi politik, narasi diplomasi internasional," kata Dahnil dalam sebuah diskusi yang difasilitasi Prodi Manajemen Keuangan Syariah UIN Sunan Kalijaga, Jumat (24/4/2020).

"Kita belum menemukan fakta gejala bahwa ini adalah senjata biologi. Yang kita temukan adalah ini merupakan wabah alamiah yang muncul, kemudian menyebar sekalligus membuktikan bahwa dunia itu interkoneksi, terkoneksi antara satu dan yang lain," lanjutnya.




Dahnil menjelaskan, pendekatan Kemenhan terhadap Covid-19 adalah perang semesta. 'Perang' ini melibatkan seluruh masyarakat Indonesia.

"Yang harus dipahami adalah bagaimana cara kerja musuh. Musuh kita saat ini adalah Covid-19. Virus ini punya cara kerja yang kita semua sudah tahu, maka tidak cukup pemerintah yang menanganinya tapi juga perlu keterlibatan masyarakat," ujar Dahnil.

"Nah langkah semesta yang selalu kita sampaikan itu ada tiga. Pertama, pastikan kita membangun proteksi komunal. Kedua, mendorong solidaritas komunal seperti charity dan lain-lain. Ketiga, membangun kesadaran bersama bahwa perlawanan ini adalah perlawanan semesta dan bersama seperti PSBB, social dan physical distancing," lanjutnya.

Prabowo dan Seruan Hadapi Situasi Terburuk

Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat berujar dan memerintahkan kepada seluruh kader dan simpatisan untuk bersiap dalam keadaan yang terburuk dalam pandemi COVID-19.

Dalam pidato taklimat yang disiarkan melalui media sosial resminya, Prabowo meminta kepada seluruh kader dan simpatisan untuk melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi COVID-19 yang belum jelas ujungnya.

"Saya minta kader Gerindra yang ekonominya dalam keadaan baik untuk mengorganisir mereka yang keadaan ekonominya lemah. Minimal dirimu dan keluargamu masing-masing, tanamlah tanaman pangan yang berguna bagi kepentinganmu dan orang-orang di sekitarmu. Supaya jika terjadi saat-saat sulit nanti, mungkin terdapat kekurangan persediaan bahan pangan, saudara sudah siap untuk mengantisipasinya," ujar Prabowo dalam pidatonya, Rabu (22/3/2020).

Dia juga meminta agar seluruh Kader yang mampu untuk memberikan bantuan kepada rakyat yang membutuhkan. "Saya bangga melihat kader-kader Partai Gerindra di seluruh Indonesia memberi bantuan kepada rakyat yang lebih membutuhkan. Saya bangga melihat komitmen anda semuanya, itulah partai kerakyatan, itulah partai yang berjuang untuk rakyat," ujarnya.

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo di Istana Negara (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)Foto: Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo di Istana Negara (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo di Istana Negara (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)


Dalam kesempatan itu, Prabowo mengutarakan kesan selama menjadi menteri pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Selama saya menjadi anggota kabinet beliau, saya bersaksi bahwa beliau terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Prabowo menyatakan hal itu terkait keputusan untuk bergabung ke pemerintahan usai Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

"Saya melihat dari dekat cara-cara pengambilan keputusan beliau dan yang selalu menjadi dasar pengambilan keputusan beliau adalah keselamatan rakyat yang paling miskin dan yang paling lemah," kata Prabowo.

Huru-hara Virus Berasal AS Vs China

Sebuah teori konspirasi yang menyebut bahwa China merupakan pencipta dari virus corona (COVID-19) yang sudah menginfeksi hampir 2,5 juta orang di seluruh dunia saat ini, santer terdengar tak lama setelah wabah itu muncul di Wuhan pada Desember lalu.

Meski sebelumnya China telah menentang tuduhan yang mengatakan bahwa virus itu dibuat di sebuah laboratorium virologi di Wuhan sebagai senjata biologis (bio-weapons), namun tetap saja berita itu ramai diperbincangkan. Apalagi belakangan ini, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas kemungkinan itu.

Sebagaimana diketahui, Trump baru-baru ini mengatakan negaranya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran dari kabar itu. Trump juga memberi peringatan kepada China bahwa negara itu bisa menghadapi konsekuensi jika benar harus bertanggung jawab atas pandemi.

"[Virus corona] Itu bisa saja dihentikan di China sebelum menyebar dan ternyata tidak [dilakukan]," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (19/4/2020). "Dan sekarang seluruh dunia menderita karenanya."

Donald J. TrumpFoto: Donald J. Trump
Donald J. Trump


"Apakah itu kesalahan yang lepas kendali atau itu dilakukan dengan sengaja? ... Jika mereka secara sadar bertanggung jawab, maka harus ada konsekuensinya,"

Trump juga mengungkap saat ini China sedang melakukan investigasi soal virus corona dan AS menunggu hasil tersebut. Namun AS juga melakukan investigasi sendiri untuk mencari penyebab virus ini.

Namun demikian, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, yang sebelumnya menuduh militer AS mungkin telah membawa virus corona ke China, telah menolak laporan media AS tentang masalah ini. Ia mengatakan kecurigaan itu "tidak memiliki dasar ilmiah".

Pimpinan Laboratorium virologi yang ada di Wuhan, China sendiri juga telah menyangkal tuduhan Trump dan beberapa pihak lainnya itu.

Kondisi terkini kota Wuhan usai Lockdown dicabut. (AP/Ng Han Guan)Foto: Kondisi terkini kota Wuhan usai Lockdown dicabut. (AP/Ng Han Guan)
Kondisi terkini kota Wuhan usai Lockdown dicabut. (AP/Ng Han Guan)


Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah, kepala laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan Yuan Zhiming mengatakan bahwa tidak mungkin mereka menciptakan virus corona yang mematikan.

"Tidak mungkin virus ini datang dari kami," katanya.

"Saya tahu itu tidak mungkin," tambah pimpinan laboratorium yang dikenal khusus untuk menangani virus berbahaya itu, sebagaimana dilaporkan AFP, Senin.

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading