Ribut Soal Harga BBM, Bensin RI Ternyata Masih Murah di ASEAN

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 April 2020 19:48
Harga BBM Sepekan

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah koreksi harga minyak mentah dunia, muncul tuntutan dari beberapa kalangan terhadap pemerintah (melalui PT Pertamina) untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nasional karena dinilai kemahalan.

Salah satunya adalah Rudi Rubiandini, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas yang menilai harga BBM di Malaysia sekarang sudah turun dan lebih murah dari Indonesia. Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) juga menuntut hal serupa.

Lalu benarkah harga BBM kita terhitung mahal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), sehingga harganya perlu dan bisa diturunkan sesegera mungkin? Berikut ini ulasan Tim Riset CNBC Indonesia.


Sepanjang tahun berjalan, harga minyak mentah dunia memang tercatat anjlok. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi acuan di Amerika Serikat (AS) anjlok 70% secara tahun berjalan (year to date/YTD) ke US$ 18,27 per barel pada Jumat kemarin.

Di sisi lain, harga minyak Brent yang menjadi acuan Eropa (dan juga Indonesia) tercatat melemah dengan laju lebih lambat dari WTI, yakni sebesar 57,45%, ke level US$ 28,08 per barel. Akhir tahun lalu, harga energi utama dunia ini masih bercokol di level US$ 66 per barel.

Di atas kertas, ketika harga minyak mentah dunia turun, maka harga BBM yang dijual ke konsumen pun semestinya ikut turun. Hal ini misalnya terjadi di Amerika Serikat (AS) di mana harga BBM mereka kini rata-rata dijual di bawah level US$ 2 per galon.

CNBC International melaporkan harga BBM di Negeri Sam tersebut rata-rata dihargai US$1,99 per barel akhir Maret lalu, alias anjlok 25,8% dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2019. Secara tahun berjalan, harga tersebut turun 23% dari posisi akhir tahun lalu US$ 2,6/galon.

Meski sejalan dengan harga minyak dunia, besaran penurunan harga BBM di AS itu terhitung lebih kecil dari koreksi harga minyak dunia, mengingat harga minyak WTI yang menjadi acuan Negara Adidaya itu anjlok 70% sepanjang tahun berjalan.

Pertamina sebenarnya telah menurunkan harga jual BBM pada 1 Februari lalu. Harga BBM nonsubsidi Pertamina saat ini yaitu pertamax turbo dibanderol Rp.9.850 per liter, pertamax Rp.9.000 per liter, dan pertalite Rp.7.650 per liter.

Lalu haruskah Indonesia memangkas kembali harga Pertamax, Pertalite dan sejenisnya agar sejalan dengan tren di negara maju tersebut?
Harga BBM Indonesia di Bawah Rerata ASEAN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading