PSBB di DKI Jakarta

Anies: Hari Pertama PSBB, Jalan-Jalan Sangat Sepi!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
10 April 2020 20:00
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia menilai sudah ada perubahan yang nyata, terutama jalan-jalan di Jakarta, baik jalan protokol maupun lainnya.

Secara tegas Anies mengingatkan masyarakat untuk tetap berada di rumah. Jika sebelumnya hanya sekedar imbauan, maka kali ini bakal lebih tegas. Masyarakat yang keluar rumah tanpa tujuan yang jelas, maka akan dipantau oleh petugas yang sudah disiapkan.

"Jalan-jalan di Jakarta relatif sangat sepi, dibanding kemarin-kemarin sekarang sangat sepi. Penertiban juga kita mulai, tapi persuasif. Kalau ada yang berkumpul diingatkan patroli petugas satpol Kepolisian, TNI juga semuanya berjalan. Saya berharap seluruh masyarakat untuk berdiam di rumah," kata Anies, hari ini, Jumat (10/4).




Pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta rencananya akan berlangsung selama dua pekan, dimulai dari hari ini hingga 23 April mendatang. Namun, ada potensi kebijakan ini bakal diperpanjang jika dirasa belum efektif.

"Mari kita sama sadari, bahwa ini bukan soal tidak pergi. Ini soal memotong mata rantai virus. Nah hari ini memang bersamaan dengan hari libur. Jadi suasananya memang lebih sepi. Nanti kita pantau besok seperti apa," sebut Anies.

Aturan PSBB dituangkan dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020. Di dalam Peraturan ini memiliki 28 pasal yang mengatur semua terkait dengan kegiatan di kota Jakarta, baik kegiatan perekonomian, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan.

Di dalamnya juga diatur sanksi dalam pasal 27. Jika melanggar akan dikenakan sanksi pidana. Mulai dari ringan, sampai berat jika berulang. Prosesnya akan dikerjakan bersama dengan aparat penegak hukum dan memastikan ketentuan ini dilaksanakan termasuk ketentuan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. "Yakni pidana 1 tahun dan denda Rp 100 juta," kata Anies, kemarin (9/4).

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading