Ada 15 Juta Ton Beras, Ini Peta Stok Pangan RI Jelang Puasa

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
07 April 2020 21:06
Pemerintah memberi sinyal stok kebutuhan pangan pokok nasional cukup yang dipasok dari sto, impor, dan proses panen terbaru.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memberi sinyal stok kebutuhan pangan pokok nasional mulai Maret hingga Mei, atau lebaran mendatang cukup. Dalam rapat bersama pejabat-pejabat di beragam Daerah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengumpulkan sejumlah data untuk mempersiapkannya.

Misalnya untuk beras, stok di bulan Februari lalu masih tersisa 3.513.736 ton. Yang didapat dari stok Bulog sebanyak 1.650,916 ton ditambah penggilingan sebanyak 1.070.000 ton serta pedagang dengan jumlah 792.820 ton. Jumlah ini masih akan ditambah dengan stok produksi tambahan yakni sebesar 11.869.939 ton.

Artinya, stok yang tersedia mencapai 15.383.675 ton. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi prakiraan kebutuhan hingga Mei mendatang yang mencapai 7.607.789 ton. Sehingga diperkirakan perkiraan neraca akan surplus sebesar 7.775.886 ton.




Jika beras sudah terbilang aman, beda lagi dengan bawang putih. Stok di akhir Februari lalu hanya 30.000 ton. Sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan lima kali lipatnya atau 150.692 ton. Hal ini yang membuat harga bawang putih terus melonjak dari ke hari.

Alhasil pemerintah harus mengimpor sebesar 196.549 ton. Jika ditambah dengan perkiraan produksi dalam negeri sebesar 40.449 ton, maka bisa memenuhi kebutuhan pasar. Bahkan diperkirakan bakal surplus sebanyak 116.306 ton.

Kemudian satu komoditas lagi yang dirasa perlu diperhatikan secara baik adalah gula pasir. Menjelang momen lebaran, gula menjadi paling banyak diburu. Konsumsi masyarakat bisa mencapai 708.148 ton. Sedangkan produksi dalam negeri serta stok sejak bulan Februari baru sebesar 599.169 ton. Artinya, gula pasir belum terpenuhi.

[Gambas:Video CNBC]






(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading