Begini Skenario Rencana Pemulangan WNI ke Tanah Air

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
31 March 2020 13:38
Pemerintah mulai merancang skenario pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di berbagai belahan negara.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai merancang skenario pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di berbagai belahan negara - terutama yang terinfeksi Covid-19 - untuk pulang ke tanah air.

Lantas, seperti apa rencana skenario pemulangan para WNI? Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun menjelaskan secara detail skenario yang ditempuh pemerintah.

"Para WNI akan diperiksa terlebih dulu dari asalnya," kata Muhadjir dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2020).


Pemerintah akan mengklasifikasikan WNI menjadi 4 kelompok. Pertama, WNI yang bekerja di daratan, terutama di Malaysia. Kedua, anak buah kapal (ABK) yang tersebar di seluruh dunia. Ketiga, jamaah tabligh akbar di India. Keempat, WNI umum.

Kelompok-kelompok tersebut akan melalui rangkaian pemeriksaan. Mulai dari identitas lengkap termasuk tujuan akhir di Indonesia, hingga status kesehatan yang bersangkutan sebelum bertolak ke tanah air.

"Dia harus dapatkan health certificate dari yang berwenang dari negara asal dan akan dibantu kedutaan besar di tempatnya. Kemudian kepulangan akan diatur sehingga terjadwal dan tidak gerudukan. Secara bertahap, agar bisa dikendalikan," katanya.

Saat tiba di Indonesia, para WNI akan pulang melalui bandara atau pelabuhan. Khusus pelabuhan, WNI yang berasal dari Malaysia akan ditangani oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan serta aparat keamanan.

"Mereka akan diperiksa ulang terhadap kesehatan dan dicek ulang identitasnya ke mana tujuannya. Kemudian akan dipilah-pilah, akan ditetapkan 2 status yaitu status sehat alias tidak bergejala dan status bergejala Covid-19," katanya.

"Jadi walaupun dari tempat asal sudah dapat health certificate, kalau memang ada yang bergejala Covid-19 akan dipisahkan dan akan dilakukan isolasi," kata Muhadjir.

Khusus yang memiliki gejala Covid-19, akan ditempatkan di lokasi karantina yang ditetapkan pemerintah seperti pusat karantina Kementerian Sosial, Pulau Galang, Pulau Natuna, hingga Pulau Sebaru.



Bagi yang dinyatakan sehat, akan diangkut melalui jalur darat maupun laut untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dipantau agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

"Setiap desa, oleh kementerian desa sudah disiapkan karantina kalau seandainya ada yang datang dari luar negeri." jelasnya.

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading