Pencegahan Corona

Pabrik Mobil-Motor Tetap Produksi, Pekerja Was-Was Corona

News - Ferry Sandi , CNBC Indonesia
26 March 2020 19:22
Pabrik Mobil-Motor Tetap Produksi, Pekerja Was-Was Corona Foto: Ilustrasi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNBC Indonesia - Suara-suara kegelisahan pekerja terus muncul di tengah imbauan pemerintah tetap kerja di rumah. Bagi industri manufaktur memang jadi simalakama, terjadi perbedaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha.

Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S. Cahyono mengakui banyak buruh yang masih menjalani pekerjaan seperti biasa di industri manufaktur dalam bayang-bayang keresahan di tengah pandemi corona. Mereka tidak mendapat kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Penyebabnya mereka bekerja di industri yang tidak memungkinkan untuk bekerja dari rumah.

"Sebagian besar masih berjalan karena misalnya industri manufaktur susah dikerjakan di rumah. Untuk menjahit di garmen ngga mungkin bahannya dibawa ke rumah untuk dijahit, gitu juga otomotif, perakitan motor, mobil nggak bisa dari rumah. Mereka masih bekerja saat ini, masih banyak yang bekerja," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/3).




Kondisi ini tentu dikhawatirkan oleh kalangan buruh. Pasalnya, pabrik dikenal sebagai tempat yang dipenuhi banyak orang. Sehingga berpotensi menyebarkan virus corona secara cepat.

Kebijakan WFH memang tidak bisa iikuti oleh semua pekerja. Pekerjaan sejenis administrasi memang bisa dikerjakan dari rumah. Namun, untuk manufaktur tentu harus dikerjakan dari tempat produksi.

Karenanya, Kahar menilai satu-satunya cara agar virus corona tidak mudah tersebar yakni dengan lockdown. Namun dengan satu catatan, buruh tetap mendapatkan haknya yaitu pendapatan penuh.

"KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) minta meliburkan seluruh perusahaan, dengan catatan dengan membayar upah. Karena dengan gitu mata rantai virus corona bisa cepat dihentikan. Kita butuh 2-3 minggu untuk lockdown, setelah itu ada harapan pulih. Dari pada kita biarkan tapi semakin lama makin bertambah, tanpa ada kejelasan sampe kapan ini terjadi," paparnya.

Sayangnya, kekhawatiran buruh ini belum ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan. Hingga kini, telpon maupun pesan CNBC Indonesia belum juga direspon oleh mantan Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) itu.


[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading