Efek COVID-19

Cegah Corona! India Resmi Lockdown 21 Hari

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 March 2020 06:17
Pemerintah India resmi mengumumkan akan melakukan penguncian total

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah India resmi mengumumkan akan melakukan penguncian total atau lockdown secara menyeluruh di negeri berpenduduk 1,3 miliar tersebut dalam 21 hari ke depan mulai Selasa malam (24/3/2020).

Dalam pidato resminya di televisi pada Selasa tadi malam, dikutip CNBC International, Perdana Menteri India Narendra Modi memperingatkan bahwa siapa pun yang nekat ke luar berarti sangat berisiko membawa virus corona ke dalam rumah mereka. Modi juga menjanjikan anggaran senilai US$ 2 miliar atau Rp 30 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) untuk mendukung sistem perawatan kesehatan di Negeri Bollywood itu.

Resmi! India Lockdown Selama 21 Hari Foto: CNBC


"Untuk menyelamatkan India dan setiap orang India, akan ada larangan total untuk keluar dari rumah Anda," kata Modi, seraya menambahkan bahwa jika negara itu gagal mengelola langkah isolasi dalam 21 hari ke depan, maka India bisa mengalami kemunduran dalam 21 tahun ke depan.

Keputusan lockdown ini membuat India yang memiliki penduduk hampir seperlima populasi dunia kini dikurung.

Pejabat kesehatan India telah melaporkan bahwa ada 469 kasus positif COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona, dan mengakibatkan 10 kematian. Pejabat di India juga telah berulang kali bersikeras bahwa belum ada bukti penyebaran komunal tetapi telah melakukan tes yang relatif sedikit untuk penyakit ini.


Dalam beberapa hari terakhir, India secara bertahap memperluas imbauan untuk tinggal di rumah dan melarang penerbangan internasional dan domestik serta menangguhkan layanan penumpang pada sistem kereta api secara meluas.

Adapun penyedia jasa layanan penting, termasuk rumah sakit, polisi dan media dibebaskan dari kebijakan ini, begitu juga dengan toko kelontong atau warung dan apotek yang tetap buka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana.

Modi menyebut keputusan pada Selasa ini sebagai "penguncian total". Tapi Modi tidak membahas apakah penyedia layanan lainnya akan dikecualikan dari kebijakan ini. Namun Modi menegaskan "semua langkah telah diambil oleh pemerintah pusat dan negara bagian ialah memastikan pasokan barang-barang penting tersedia."



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading