KRL Commuter Line Dibatasi, Penumpang Menumpuk di Stasiun

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 March 2020 11:09
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai hari ini, Senin 23 Maret hingga 5 April mendatang membatasi transportasi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai hari ini, Senin 23 Maret hingga 5 April mendatang membatasi transportasi umum dan meniadakan kebijakan ganjil genap guna mencegah penularan virus corona atau COVID-19

Moda Raya Transportasi (MRT), misalnya yang biasanya beroperasi mulai pukul 05.00-24.00 WIB setiap hari kini dibatasi menjadi pukul 06.00-20.00 WIB. Pembatasan juga berlaku untuk jumlah penumpang yaitu 60 orang per kereta atau hanya 360 orang per satu rangkaian kereta.

Penumpang juga diharapkan berjarak minimum 1 meter antara penumpang lainnya. Adapun headway atau jarak antar kereta setiap lima menit di jam sibuk dan yaitu 07.00-09.00 dan setiap 10 menit pada pukul 17.00-19.00.

Di Transjakarta, pembatasan juga berlaku, di mana biasanya beroperasi mulai pukul 05.00-22.00 WIB, berubah menjadi 06.00-20.00. Pembatasan jumlah penumpang untuk bus gandeng 60 orang dan 30 orang untuk bus single.

Transjakarta juga menghentikan sementara rute non-BRT seperti Minitrans, Mikrotrans, Royaltrans dan Perbatasan. Manajemen Transjakarta juga menerapkan jarak aman di dalam bus, serta akan terus membersihkan halte dengan disinfektan di setiap handgrip dan tempat duduk.
Berikutnya pembatasan juga berlaku untuk Light Rapid Transportation (LRT) di mana jam operasional menjadi 06.00-20.00. Jarak antara kereta juga diatur setiap 10 menit.

Selanjutnya Commuter Line (CL) yang dioperasikan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) juga dibatasi. Jam operasional diterapkan mulai pukul 06.00-20.00 WIB. Adapun kebijakan mengurangi jumlah perjalanan kereta juga berlaku serta membatasi jumlah penumpang setiap gerbong. Tentunya jarak antar kereta juga dibatasi.

KRL Commuter Line Dibatasi, Penumpang Menumpuk di StasiunFoto: Penumpang KRL (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pembatasan Commuter Line (CL) ini ditanggapi oleh salah satu penumpang yang mengeluh jika "social distancing" yang diterapkan di operasional CL tidak efektif. Melalui akun twitternya, @Jokokismantoro menyebut jika ada penumpukan di Stasiun Duri.

"Terjadi penumpukan penumpang di Sta Duri, karena keterbatasan KRL Tujuan KP Bandan-Jatinegara, Social Distancing tidak efektif," katanya.

Sejumlah pengguna Twitter juga mengeluhkan hal yang sama dan menilai social distancing untuk CL tidak efektif. Tampak pada foto yang dibagikan oleh akun @ArifHRN, tergambar kepadatan di pintu masuk CL.

Selain itu, akun Instagram @Jktinfo juga mengunggah beberapa gambar yang menampilkan wajah kondisi penumpang di dalam CL yang ternyata penuh dan tak ada jarak.

[Gambas:Instagram]


Menurut pengumuman resmi yang diterima CNBC Indonesia, pembatasan jam operasional yang dilakukan oleh KCI merupakan bentuk dukungan pemerintah guna menghambat penyebaran virus corona (COVID-19).

"PT KCI mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat kerja di rumah, untuk menghambat penyebaran virus corona," jelas pengumuman resmi PT KCI, Senin (23/3/2020).

Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini meminta agar masyarakat yang masih beraktivitas dan menggunakan Commuter Line, untuk bisa menyesuaikan jadwal operasional yang sudah ditetapkan tersebut.



[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya

Hujan Deras, Perjalanan KRL Commuter Line Terganggu


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading