Tarif Baru Grab & Gojek Cs Naik Rp 250/Km di Jabodetabek

News - Arif Budiasnyah, CNBC Indonesia
21 March 2020 20:40
Di tengah merebaknya virus corona, Kementerian Perhubungan menaikkan tarif ojol di Jabodetabek.
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah merebaknya virus corona, Kementerian Perhubungan menaikkan tarif ojol di Jabodetabek dari Rp 150/km menjadi Rp 250/km sementara zona lain tetap. Tarif ini berlaku untuk penyedia layanan ojek online seperti Grab dan Gojek, yang sudah diterapkan mulai 16 Maret 2020.

Untuk tarif batas bawah yang sebelumnya Rp 2.000/km akan naik menjadi Rp 2.250/km atau naik Rp 250/km. Untuk tarif batas atas naik dari Rp 2.500/km menjadi Rp 2.650/km. Artinya kenaikan Rp 150/km.

Adapun tarif flat untuk 4 km pertama juga naik dari Rp 8.000 hingga Rp 10.000 menjadi Rp 9.000 hingga Rp 10.500.


Berikut daftar tarif baru ojol yang berlaku di Indonesia mulai 16 Maret 2020:

Zona I (Sumatera dan Bali, kecuali Jabodetabek)

  • Tarif batas bawah: Rp 1.850/km
  • Tarif batas atas: Rp 2.300/km
  • Biaya jasa minimal 4 km pertama: Rp 7.000 - Rp 10.000


Zona II (Jabodetabek)
  • Tarif batas bawah: Rp 2.250/km
  • Tarif batas atas: Rp 2.650/km
  • Biaya jasa minimal 4 km pertama: Rp 9.000 - Rp 10.500


Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua)
  • Tarif batas bawah: Rp 2.100/km
  • Tarif batas atas: Rp 2.600/km
  • Biaya jasa minimal 4 km pertama: Rp 7.000 - Rp 10.000.


Patut dicatat tarifojol terdiri dari dua komponen. Tarif langsung atau yang ditentukan olehKemenhub dan tarif tidak langsung yang ditemukan olehaplikator seperti Grab danGojek. Besarannya maksimal 20% dari total tarif. Jadi ada kemungkinan kenaikan tarif bisa lebih tinggi dari Rp 150 hingga Rp 250 per kilometer.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengatakan keputusan ini merupakan hasil evaluasi bersama antara Kemenhub, YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), dan aplikator. Untuk keputusan ini dilakukan terlebih dahulu survei pada 13-17 Februari 2020 pada 1.862 responden.

Para responden ini kemudian diminta tanggapan lima skema kenaikan tarif batas bawah dan tarif batas atas mulai dari kenaikan Rp 100/km hingga Rp 500/km.

"Titik jenuh kenaikan tarif minimum per km adalah Rp 225 per km, artinya responden pengguna ojek online masih mempunyai keinginan membayar (willingness to pay) hingga tarif Rp 2.225 per km," ujar Budi Setiadi dua pekan lalu dan dikutip Sabtu (21/3/2020).

"Untuk kenaikan tarif maksimal per km titik jenuh adalah Rp 150 per km, artinya responden pengguna ojek online masih memiliki keinginan membayar (willingness to pay) hingga Rp 2.650 per km," katanya. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading