Ini Jurus BPH Migas Jaga Pasokan BBM Selama Darurat COVID-19

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
20 March 2020 10:36
BPH Migas meminta PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjaga ketersediaan dan distribusi BBM selama darurat COVID-19
Jakarta, CNBC Indonesia- BPH Migas meminta PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjaga ketersediaan dan distribusi BBM selama darurat COVID-19. Hal ini untuk memastikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat tetap terjamin.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan penyebaran virus corona telah menyebar di beberapa wilaya Indonesia, bukan hanya di DKI Jakarta. Pertamina dan AKR Corporindo selaku Badan Usaha penerima penugasan penyaluran BBM subsidi (solar dan minyak tanah) dan BBM khusus penugasan (premium), untuk tetap menjaga ketersediaan dan distribusi BBM sehingga masyarakat dengan mudah memperoleh BBM.

"Kami telah menginstruksikan kepada Dirut Pertamina dan AKR selaku Badan Usaha penugasan BBM subsidi dan BBM khusus penugasan agar tetap menjaga ketersediaan BBM dan distribusinya walaupun dalam kondisi darurat COVID-19, jangan sampai terjadi pengurangan" kata Fanshurullah dalam siaran resminya, Jumat (20/03/2020).


BPH Migas juga meminta Pertamina dan PT. AKR tidak hanya menjaga pasokan dan distribusi BBM subsidi dan penugasan, tetapi juga BBM jenis umum atau non subsidi.


"Selain menjaga pasokan, kami juga minta Pertamina dan AKR tetap memperhatikan keselamatan dan menjaga kesehatan untuk menangkal penyebaran virus corona di area SPBU baik untuk petugas SPBU sendiri maupun bagi masyarakat yang sedang mengisi BBM" tambah Ifan, sapaan Fanshurullah.

Berdasarkan koordinasi BPH Migas dengan Pertamina, masyarakat diminta tidak perlu panik dan khawatir terkait ketersedian BBM. Berdasarkan laporan Pertamina per 15 Maret 2020, kondisi stok BBM aman dan mencukupi dari MOR I hingga MOR VIII.

Untuk menjaga ketersediaan stok BBM di SPBU, Pertamina telah memberikan fasilitas kredit kepada SPBU dengan pembayaran 7 hari kalender setelah BBM diterima. Pertamina juga telah mengantisipasi penyebaran virus corona di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Antisipasi dilakukan agar pelayanan BBM tetap berjalan meskipun di sejumlah wilayah sudah dalam kondisi siaga COVID-19.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan ada beberapa upaya yang dilakukan agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman ketika membeli BBM di SPBU Pertamina.

"Apalagi mengingat pom bensin merupakan tempat publik," katanya.

Pertamina juga menerapkan prosedur tambahan, bukan hanya untuk mengantisipasi penyebaran virus, namun juga menjaga operator SPBU sebagai garda depan.

"Bagaimanapun, mereka adalah bagian penting dari perusahaan yang bertugas melayani langsung masyarakat, sehingga kami juga berkepentingan menjaga mereka," imbuhnya.

Berikut jurus Pertamina tangkal penyebaran virus Corona di SPBU:


1. SPBU melakukan pemeriksaan suhu kepada setiap petugas SPBU yang akan memulai dan mengakhiri shift bertugas

2. Seluruh petugas SPBU Pertamina wajib menggunakan masker dan menjaga jarak dengan konsumen sekitar 1,5 meter.

3. Petugas SPBU juga menggunakan sarung tangan berbahan karet saat proses penerimaan dan pengembalian uang serta menghindari menyentuh wajah.

4. SPBU menyediakan hand sanitizer atau alcohol lebih dari 60% di setiap pulau pompa ataupun area dengan tingkat interaksi yang tinggi. Petugas SPBU diwajibkan membersihkan tangan setiap kali melayani transaksi.

5. Untuk SPBU yang menyediakan layanan self service, SPBU menyediakan petugas yang rutin membersihkan nozzle dengan desinfektan

6. Area kantor dan fasilitas lainnya terutama yang sering dikunjungi konsumen seperti toilet dan musholla, juga dibersihkan secara rutin dengan disinfektan.

7. Konsumen dihimbau untuk menggunakan metode pembayaran cashless.

8. Apabila ada pelayanan yang kurang sesuai, konsumen dapat menghubungi call center 135.

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading