Di Tengah Corona, Penerimaan Bea Cukai Masih Moncer

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
18 March 2020 19:25
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan Bea dan Cukai hingga akhir Februari sebesar Rp 25,04 triliun atau telah mencapai 11,22%
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan mencatat penerimaan Bea dan Cukai hingga akhir Februari sebesar Rp 25,04 triliun atau telah mencapai 11,22% dari target APBN 2020 yang ditetapkan Rp 223,13 triliun. Penerimaan ini bahkan tumbuh 51,52% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan penerimaan cukai karena ada perubahan kebijakan PMK untuk kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) dan harga jual eceran rokok.

Adapun penerimaan cukai masih ditopang oleh penerimaan dari Cukai dan Bea Masuk (BM). Penerimaan cukai hingga akhir Februari tercatat Rp 19,06 triliun atau tumbuh 89,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


"CHT disebabkan karena di-save Desember dan realisasi 2020 Rp 17,4 triliun karena pelaksanaan PMK 57 2017 karena ada peningkatan pelunasan CHT sebesar Rp 0,7 triliun yang tadinya diharapkan hanya Rp 0,3 triliun. Seandainya tanpa shifting penerimaan cukai juga cukup baik, masih cukup besar penerimaan growth cukai terutama hasil tembakau," ujar Sri Mulyani, Rabu (18/3/2020).

Kemudian penerimaan Bea Masuk tercatat Rp 5,49 triliun atau terkontraksi 5,73%. Realisasi ini telah mencapai 13,72% terhadap target APBN sebesar Rp 40 triliun.

"Bea masuk perdagangan eceran industri kontraksi, terkena pengaruh, dalam hal ini untuk perdagangan besar dan eceran bea masuk turun 14,7%, kemudian corona sehingga impor bahan baku dari RRT yang harusnya rayakan imlek, Februari ini impornya mengalami kontraksi," jelasnya.

Sementara itu, Bea Keluar tercatat Rp 490 miliar atau mengalami kontraksi cukup tajam 21,99%. Namun, ini sudah mencapai 18,93% dari target APBN 2020 sebesar Rp 2,6 triliun.




[Gambas:Video CNBC]




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading