Corona Makin Gawat, Kartu Pra Kerja Meluncur Pekan Ini

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
17 March 2020 18:28
Pemerintah memutuskan untuk lebih mempercepat uji coba pengimplementasian program Kartu Pra Kerja.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memutuskan untuk lebih mempercepat uji coba program Kartu Pra Kerja. Kartu yang awalnya akan diuji coba pada akhir Maret atau awal April ini akan di launching pada pekan ini.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengatakan, percepatan dilakukan salah satunya karena wabah virus corona yang semakin menyebar di Indonesia dengan jumlah pasien positif yang terus bertambah.

"Khusus untuk program kartu pra-kerja, Presiden menyampaikan, kita akan mempercepat implementasinya. Kalau tadinya (saat rapat) minggu lalu kita percepat pada akhir Maret, Presiden minta lagi untuk dipercepat lagi minggu ini. Jadi mudah-mudahan, Jumat sudah akan kita implementasikan soft launching dari program kartu pra kerja," ujar Susi di Kemenko Perekonomian, Selasa (17/3/2020).


Menurutnya, sejak malam ini pihaknya akan mulai menyusun draf Perpresnya. Percepatan dilakukan karena menilai sangat tepat dengan kondisi saat ini, di mana pemerintah membuat keputusan untuk bekerja dari rumah (Work From home/WFH).

Selain itu, ini juga mengantisipasi lonjakan pengangguran akibat beberapa perusahaan yang merugi terdampak virus corona melakukan PHK.

"Pak Presiden minta minggu ini, karena ini waktunya adalah waktu social distancing, sehingga kita akan dorong yang online dulu dan juga waktunya lagi dampak covid-19, di beberapa sektor sudah mulai ada PHK. Sehingga kami harus carikan solusi bagi teman-teman yang kerja kena PHK bisa memanfaatkan kartu pra-kerja untuk mendapatkan pelatihan meningkatkan kompetensinya," jelasnya.

Untuk launching ini pertama kali akan difokuskan pada tiga daerah yang terdampak langsung virus corona. Di mana, banyak sekali perusahaan yang melakukan PHK.

"Uji cobanya, seperti arahan Pak Presiden, kita akan ambil 3 lokasi yang paling terdampak dulu. Terutama dari wisata. Kita akan mulai di Bali, Sulut, dan Kepri. Kita masih hitung, dan kita bekerja sama dengan 9 digital platform yang sudah kerja sama. Nanti kita lihat di 3 daerah itu, karena kita harus kerja sama dengan balai latihan yang ada di sana," kata dia.

Setelah tiga daerah ini maka pemerintah nantinya akan memperluas soft launching ke tiga daerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI jakarta. Sedangkan untuk implementasi secara nasional akan dilakukan pada Agustus 2020.

Sebagai informasi, ada sebanyak Rp 10 triliun anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk 2 juta peserta untuk program ini.




[Gambas:Video CNBC]





Artikel Selanjutnya

Jokowi: Kartu Pra Kerja Bukan Gaji untuk Pengangguran


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading