Dampak Corona

70% Kamar Hotel di Jakarta Kosong, Karyawan Tak Gajian Full

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
12 March 2020 15:56
Pekerja di hotel di Jakarta tak bekerja penuh karena okupansi rendah, gajian mereka pun tak dibayar penuh.
Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona (Covid-19) benar-benar membuat bisnis hotel dan restoran lesu. Sepinya hotel kini sudah melanda kawasan DKI Jakarta.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi P. Sukamdani, menyebut, tingkat okupansi hotel di Jakarta hanya 30%. Artinya, 70% kamar hotel tak terisi alias kosong.

"Dampak ekonomi ini yang kita tak pernah lihat akan sampai mana. Di sektor hotel dan restoran, sudah mulai terasa sekali dampaknya. Hari ini di Jakarta itu okupansi sudah sekitar 30%. Jadi ini sudah suatu hal yang serius," ungkapnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (12/3/20).


Dia menyebut, kondisi tersebut sudah tidak ideal bagi operasional hotel. Karenanya, dampak selanjutnya bisa berujung pada sejumlah langkah efisiensi.



"Kalau okupansi rata-rata sudah turun jadi 30%, pasti akan mengalami nomor satu terpaksa karyawan harus digilir. Mungkin PHK belum, tapi kerjanya digilir (dirumahkan). Kenapa begitu, karena  perusahaan harus menghitung risikonya. Mengatur karyawan, gajinya tidak menerima secara full," tandasnya.

Jika sudah demikian, efek selanjutnya tidak hanya ada pada sektor hotel dan restoran saja. Dikatakan, efisiensi itu bisa merembet pada lesunya sektor usaha lain.

"Artinya pendapatan masyarakat juga akan turun. Dan itu juga diikuti sektor yang lain. Kalau semua mengalami kondisi seperti ini pasti timbul masalah baru. Ekonomi berhenti. Ini sudah terjadi di Wuhan, sudah terjadi di Italia," tegasnya.

"Dampak corona ini betul-betul telah melumpuhkan ekonomi tidak hanya Indonesia tetapi juga dunia. Nah kalau ini berdampak terus seperti ini, semua masyarakat panik, semua ketakutan," katanya.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading