Ini Langkah BUMN Farmasi Percepat Penemuan Vaksin Corona

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 March 2020 18:35
Bio Farma menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dengan sampel virus corona yang sudah ada di dalam negeri.
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bio Farma (Persero) menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dengan sampel virus corona yang sudah ada di dalam negeri. Sampel ini nantinya akan menjadi bahan baku bagi perusahaan untuk mulai memproduksi vaksin corona (COVID-19).

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan proses pembuatan vaksin ini secara klinis cukup kompleks dan memakan waktu sangat panjang jika dimulai dari nol. Belum lagi, meski sampel sudah diterima, masih perlu dilakukan penelitian untuk memastikan virus tersebut bisa digunakan untuk dijadikan vaksin.

"Kemarin sudah dipanggil Menteri Kesehatan Pak Terawan dan akan berjanji akan berikan sampel jadi bisa proses bikin vaksin bisa dimulai. Tapi ga bisa dipercepat liat kondisi virus dan prosesnya," kata Honesti.



Dia menyebutkan, mengingat proses pembuatan vaksin ini cukup kompleks jika seluruh proses dilakukan sendiri. Untuk itu perusahaan akan melakukan koordinasi dengan lembaga penelitian di dalam dan luar negeri untuk menge-track sejauh mana proses penelitian vaksin ini dilakukan.

Jika proses di lembaga riset lain telah dilakukan, maka perusahaan tinggal melanjutkan proses lainnya yang dipastikan akan sangat mempersingkat proses produksi vaksin.


Belum lagi Bio Farma juga membutuhkan adanya emergency policy dari Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab dari adanya kebijakan ini diperkirakan akan memangkas waktu produksi hingga bisa dikonsumsi masyarakat selama 3-5 tahun.

"Di WHO ini bisa digunakan dulu sebelum clinical trial, jadi kalau bisa ada emergency policy, trial ini kita yakin bisa diperpendek penemuan vaksin ini," terangnya.

[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading