Internasional

Di Negeri Ini Periksa Corona Bisa Dapat Uang Rp 20 Juta

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
27 February 2020 16:32
Di Negeri Ini Periksa Corona Bisa Dapat Uang Rp 20 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - Kota Qianjiang yang ada di provinsi Hubei China akan membayar penduduknya sebanyak 10.000 yuan atau US$ 1.425,96 (sekitar Rp 20 juta). Terutama jika mereka secara proaktif melaporkan mengalami gejala penyakit dan dikonfirmasi terinfeksi virus corona setelah pengujian.

"Penduduk akan berhak atas pembayaran 10.000 yuan penuh jika diagnosis corona mereka dikonfirmasi," kata gugus tugas Qianjiang yang menangani epidemi dalam sebuah pemberitahuan, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia, Kamis (27/2/2020).

"Mereka yang tidak segera melaporkan saat menderita penyakit itu akan diberikan 1.000 yuan, sementara mereka yang dinyatakan sebagai kasus "dicurigai" akan mendapat 2.000 yuan,".




Qianjiang merupakan kota berpenduduk sekitar satu juta orang. Kota itu terletak sekitar 150 km dari ibukota provinsi dan juga pusat wabah corona, Wuhan.


Sejauh ini Qianjiang telah melaporkan total 197 kasus. Semenjak itu, kota ini terus meningkatkan upaya untuk memastikan orang-orang yang terinfeksi bisa dikarantina dan dirawat.

Langkah yang diumumkan Qianjiang merupakan yang terbaru yang dilakukan kota-kota China. Sebelumnya telah ada beberapa kota China yang menjanjikan hadiah uang tunai untuk warga yang melaporkan terjangkit wabah.

Kota Hanyang yang ada di distrik Wuhan dan kota tetangga Huangguang, telah menawarkan hadiah uang tunai sekitar 500 yuan. Sementara menurut media lokal, di provinsi Jiangxi dan Hebei, hadiah yang ditawarkan hanya sekitar 300-500 yuan.




Dari pemerintah pusat, China sebelumnya telah menegaskan bahwa orang yang menunjukkan tanda-tanda infeksi akan dapat diperiksa secara gratis. Pemerintah juga telah menyediakan dana bagi pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada disinsentif keuangan yang mencegah orang untuk memeriksakan diri.

Sejauh ini jumlah korban terinfeksi corona di provinsi Hubei telah mencapai lebih dari 65.000 kasus dan lebih dari 2.600 kematian akibat wabah itu. Secara global, jumlah korban meninggal ada lebih dari 2.800 dan lebih dari 80.000 orang telah terinfeksi.


[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading