Erick Thohir Mau Sulap Batu Bara Jelek Jadi Sumber Cuan RI

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
27 February 2020 12:06
Erick Thohir Mau Sulap Batu Bara Jelek Jadi Sumber Cuan RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan komitmennya untuk menekan impor migas. Salah satunya dengan mendorong gasifikasi batu bara.

Erick menyebut, Indonesia memiliki batu bara yang melimpah, sehingga perlu dimanfaatkan agar memiliki nilai tambah. Dirinya menerangkan ada tiga jenis batu bara di dunia. Di antaranya cooking coal yang berkualitas paling baik. Lalu, ada yang kualitasnya di bawah itu, dan kualitas jelek berkalori rendah.

"Yang jelek ini sayang, karena itu perlu gasifikasi dilakukan apalagi ada methanol yang kita masih impor," kata Erick dalam sambutannya di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020, kemarin Rabu (26/2/2020).


Dirinya memastikan Indonesia akan menjalin kerja sama dengan perusahaan paling unggul soal gasifikasi di Amerika Serikat bulan depan. "Salah satu yang akan dilakukan di AS Maret ini memastikan tanda tangan PTBA dengan perusahaan yang leading soal gasifikasi dari Amerika Serikat," tandas Erick.



Komitmen yang sama disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Nicke menerangkan ketergantungan Indonesia pada impor liquified petroleum gas (LPG) sangat besar, yakni diangka 70%.

Padahal Indonesia memiliki batu bara dengan kalori rendah yang cukup sulit digunakan karena pemerintah tidak membangun PLTU dengan batu bara kalori rendah. Melihat peluang ini, maka batu bara bisa dimanfaatkan untuk program gasifikasi.

Di mana produk dari gasifikasi bisa digunakan untuk subtitusi LPG. Pihaknya sudah berhitung harga batu bata kalori rendah dengan harga di kisaran US$ 20-21 per ton.

"Pemerintah tidak bangun PLTU dengan kalori rendah, kita coal gasification, synthetic natural gas (syngas)," ungkapnya Selasa, (26/02/2020). 


[Gambas:Video CNBC]




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading