Erick Thohir Tegaskan Rekrut SDM Papua di BUMN Bukan Politis

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 February 2020 15:24
PT Pertamina (Persero) menargetkan pada 2020 bisa merekrut 100 orang warga asli Papua yang akan ditempatkan di kantor cabang seluruh Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) menargetkan pada 2020 bisa merekrut 100 orang warga asli Papua yang akan ditempatkan di kantor cabang seluruh Indonesia. Pada program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN Papua dan Papua Barat, merekrut 44 orang warga asli Papua.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan saat ini sudah lebih dari 300 orang warga asli Papua yang sudah bekerja di Pertamina dan anak usahanya. Nantinya mereka akan ditempatkan bukan hanya di Papua atau Papua Barat tapi juga di seluruh Indonesia.

"Kami akan tambahkan lagi tahun ini target 100 orang tadi yang sudah masuk 44 orang dan sisanya ini kami dalam progres," kata Nicke, Sabtu (22/02/2020)


Dalam kesempatan yang sama Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan perekrutan masyarakat Papua bukanlah langkah politik, melainkan hal yang wajar dilakukan BUMN. Nantinya ada 51 BUMN yang bisa berkontribusi dalam perekrutan ini salah satunya Pertamina.

"Pertamina yang salah satunya paling banyak ada 44 orang dan bisa sampai 100 orang, ini juga kecintaan Pak Jokowi ke Papua. Potensi yang di Papua cukup besar," kata Erick.

Dengan begitu Pertamina tidak hanya melakukan business to business melainkan juga training tenaga kerja dan transfer

Erick mengingatkan pada lulusan PBB Papua untuk bisa beradaptasi dan tetap mengedepankan akhlak. Di BUMN pun menurutnya jabatan akan diberikan bukan berdasarkan suku dan agama melainkan kemampuan dan kompetensi.

"Dulu saya juga tidak kepikiran mau jadi manajer kampanye, tapi saya mencoba melakukan sebaik munkin dan hasilnya diapresiasi. Di sini juga sama visinya satu, visi Presiden Jokowi dan kita semua supaya BUMN lebih baik," katanya.

Erick juga mengingatkan putra putri Papua yang baru lulus untuk bisa beradaptasi, terutama karena banyaknya godaan di Jakarta. Permasalahan utama bagi masyarakat Papua saat bekerja di luar daerahnya adalah kemampuan beradaptasi.

"Harus kolaboratif, ya memang era seperti sekarang pintar saja tidak cukup karena semua bisnis sekarang harus saling mengisi.Di BUMN sata akan mengumumkan ahklak jadi fondasi," kata Erick. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading