Nambah Lagi, Utang Luar Negeri RI di 2019 Tembus Rp 5.660 T

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
17 February 2020 10:55
Bank Indonesia (BI) merilis utang luar negeri Indonesia (ULN) pada akhir triwulan IV-2019 mencapai US$ 404,3 miliar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) merilis utang luar negeri Indonesia (ULN) pada akhir triwulan IV-2019 mencapai US$ 404,3 miliar. Utang ini naik 7,7% dibandingkan pada akhir triwulan IV-2018 lalu yang mencapai US$ 376,8 miliar.

Jika menggunakan asumsi kurs US$ 1 = Rp 14.000 maka utang luar negeri pada triwulan IV-2019 kemarin mencapai Rp 5.660 triliun.

"Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir triwulan IV-2019 tercatat sebesar US$ 404,3 miliar, terdiri dari utang sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 202,9 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 201,4 miliar," tulis BI dalam laporannya, Senin (17/2/2020).


ULN Indonesia tersebut tumbuh sebesar 7,7% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan ULN pada triwulan sebelumnya sebesar 10,4% (yoy). Perkembangan tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah dan ULN swasta.

Nambah Lagi, Utang Luar Negeri RI di 2019 Capai Rp 5.660 TFoto: REUTERS/Iqro Rinaldi


BI menerangkan, ULN pemerintah tumbuh melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Namun mengalami kenaikan hingga 9,9% dibandingkan pada periode yang sama pada tahun lalu atau 2018.

Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan IV-2019 tercatat sebesar USD 199,9 miliar atau tumbuh 9,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 10,3% (yoy).

"Pertumbuhan ULN pemerintah tersebut ditopang oleh arus masuk investasi nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan dual currency global bonds dalam mata uang USD dan Euro," terang BI.

Sementara, tren perlambatan ULN swasta berlanjut dari triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan IV-2019 tercatat sebesar 6,5% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 10,8% (yoy).

Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN Lembaga Keuangan dari 6,8% (yoy) menjadi 2,9% (yoy) serta perlambatan ULN Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) dari 12,1% (yoy) menjadi 7,6% (yoy). Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan & penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9%.



[Gambas:Video CNBC]





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading