Internasional

AS Tuding Xi Jinping Tak Transparan Soal Virus Corona

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
14 February 2020 07:58
AS Tuding Xi Jinping Tak Transparan Soal Virus Corona Foto: REUTERS/Brendan McDermid
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Dewan Ekonomi Nasional Amerika Serikat (AS) Larry Kudlow mengatakan AS merasa dikecewakan oleh sikap China yang kurang transparan dalam memberikan kabar mengenai wabah virus corona yang mematikan.

Kudlow juga mengatakan bahwa tim kesehatan AS belum diundang ke China untuk ikut menangani wabah yang sudah ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat global itu.




"Kami sedikit kecewa karena kami tidak diundang dan kami sedikit kecewa dengan kurangnya transparansi yang berasal dari China," katanya kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Pernyataan itu bertentangan dengan pendapat Presiden Donald Trump sebelumnya, yang memuji penangan China atas masalah corona.





Pekan lalu, Trump mengatakan Presiden China Xi Jinping telah menelponnya dan meyakinkannya bahwa China bisa menangani wabah coronavirus asal Wuhan, China itu.

"Dia merasa sangat percaya diri (bahwa China dapat memerangi virus corona)," kata Trump setelah melakukan panggilan telepon dengan Xi beberapa hari lalu, menurut laporan AFP.

Pada hari Kamis, Trump dikabarkan kembali memuji rekan China-nya itu atas tanggapan pemerintahnya terhadap wabah coronavirus, yang per Kamis kemarin telah menewaskan sedikitnya 1.367 orang dan menginfeksi lebih dari 60.000 orang sejak ditemukan pada Desember.

Bahkan, Trump juga telah mengatakan bahwa kedua negara telah bekerjasama dalam menangani wabah. Pernyataan itu berlawanan dengan yang disampaikan Kudlow.

"Kami sedang bekerja dengan mereka. Kami mengirim banyak orang." katanya.

Namun begitu, Kudlow tetap melayangkan kekecewaannya. Ia menyebut China masih kurang transparan dan belum juga meminta kerjasama yang dijanjikannya untuk bersama-sama menangani wabah.

"Presiden Xi meyakinkan Presiden Trump bahwa China menanganinya dan akan ada keterbukaan, mereka akan menerima bantuan kami," katanya.

"Kami lebih dari bersedia untuk bekerja dengan PBB (dan) WHO dalam hal ini tapi mereka (China) tidak membolehkan kami. Saya tidak tahu apa motif mereka. Saya tahu bahwa tampaknya semakin banyak orang menderita di sana."

"Apakah Politbiro benar-benar jujur pada kita?" tanyanya, merujuk pada badan kepemimpinan top komunis China.

Saat ini kasus pasien terinfeksi virus corona per Kamis (13/2/2020) tercatat mencapai 60 ribuan orang. Korban yang meninggal juga sudah sampai 100 orang lebih.


[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading