Internasional

Hitung Mundur Brexit, Sehari Lagi Inggris Cerai dari Eropa

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
30 January 2020 08:13
Inggris akan resmi keluar dari Uni Eropa 31 Januari besok.
Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota parlemen Eropa telah melakukan pemungutan suara terhadap Perjanjian Penarikan (Withdrawal Agreement) pada Rabu (29/1/2020) di Brussels.

Perjanjian setebal 541 halaman tersebut adalah dokumen yang berisi aturan-aturan hukum tentang bagaimana Inggris akan meninggalkan Uni Eropa (Brexit). Sebelumnya pada awal bulan ini, Perdana Menteri Boris Johnson telah berhasil membuat dokumen itu sepenuhnya disetujui oleh parlemen Inggris.


Hasil dari pemungutan suara di Parlemen Eropa, meski sebagian besar simbolis, membuka jalan bagi terlaksananya Brexit pada 31 Januari 2020. Ini juga berarti, mulai Senin dan seterusnya tidak akan ada anggota parlemen Inggris di Parlemen Eropa.


"Saya sangat percaya saat itu karena saya tahu bahwa meninggalkan keluarga bangsa-bangsa ini akan berdampak buruk bagi negara kita," kata Luisa Porritt, seorang wakil Inggris di Parlemen Eropa, di Twitter, Selasa.

"Tujuan utama saya adalah tidak pernah menyerah berjuang untuk dunia yang lebih layak, lebih baik. Tidak ada yang permanen," tambahnya, sebagaimana dilansir dari CNBC International.


Setelah Brexit terlaksana, Inggris akan memasuki periode transisi hingga akhir tahun. Selama periode ini, Inggris akan tetap tunduk pada hukum UE.

Tetapi akan dapat membentuk kesepakatan perdagangan baru dengan negara-negara lainnya. Di periode transisi ini juga, pihak di sisi Selat Inggris (English Channel) akan mungkin untuk membahas pengaturan perdagangan dan keamanan mereka di masa depan.

Menanggapi keputusan akhir ini, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, berharap persaingan yang adil bisa terus berlangsung di masa depan setelah Brexit terlaksana.

"Kami sedang mempertimbangkan perjanjian perdagangan bebas nol-tarif, nol-kuota. Tetapi prasyaratnya adalah bahwa bisnis UE dan Inggris terus bersaing di bidang permainan yang sama. Kami tentu tidak akan membiarkan perusahaan kami terdampak persaingan tidak sehat," kata von der Leyen pada sesi pleno di Parlemen Eropa.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading