Jokowi Keluhkan Orang RI yang Tersentuh Keuangan Masih Rendah

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 January 2020 14:41
Jokowi Keluhkan Orang RI yang Tersentuh Keuangan Masih Rendah
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas dengan topik pembahasan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) di kantor presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Di depan jajaran menteri kabinet Indonesia Maju, Jokowi secara blak-blakan mengaku belum puas dengan indeks literasi keuangan nasional, maupun indeks inklusi keuangan yang masih terbilang rendah.

Indeks inklusi keuangan adalah perbandingan jumlah masyarakat yang menggunakan produk dan layanan jasa keuangan dengan total jumlah penduduk. Sedangkan indeks literasi keuangan adalah hasil perbandingan jumlah masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang baik (well literate) dengan total jumlah penduduk.


"Ratas siang ini akan berbicara, ini sudah kedua atau ketiga kali mengenai SNKI," kata Jokowi, Selasa (28/1/2020).



Berdasarkan catatan Jokowi, indeks literasi keuangan tercatat meningkat 38% di 2019 dari sebelumnya 29% di 2016. Begitupun dengan indeks inklusi keuangan yang tercatat meningkat 76% di 2019, dari sebelumnya 67% di 2016.

Meskipun angka tersebut sudah meningkat, Jokowi mengaku belum cukup puas. Pasalnya, apabila dibandingkan dengan tingkat inklusi sejumlah negara tetangga, Indonesia masih cukup tertinggal jauh.

"Singapura mencapai 98%, kita tadi 76%. Malaysia 85%, Thailand 82%. Artinya kita masih di bawah mereka dikit," kata Jokowi.

Jokowi menekankan kepada jajaran menteri untuk memprioritaskan kemudahan akses layanan keuangan formal bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus meminta peran lebih lembaga keuangan mikro untuk berpartisipasi.

"Bank wakaf mikro diperluas, agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tegas Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading