Makin Ngeri, 15 Orang Meninggal Lagi Akibat Virus Corona

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 January 2020 08:30
China kembali melaporkan korban baru yang terjangkit corona virus di negaranya.
Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali melaporkan korban baru yang terjangkit corona virus di negaranya. Departemen Kesehatan Provinsi Hubei menyebutkan jumlah kematian baru bertambah lagi 15 orang dengan 180 kasus baru.

Dilaporkan CNBC International, Sabtu (25/1/2020) penyebaran virus yang dimulai di Wuhan ini telah membuat China meningkatkan langkah penanggulangan virus dengan menangguhkan transportasi umum di 10 kota dan menutup tempat umum seperti kuil-kuil dan sebagian Tembok China meski negara ini tengah merayakan Tahun Baru Imlek. Selain itu, China juga telah menutup Shanghai Disneyland.

Setelah China memutuskan untuk mengisolasi Wuhan, apotek mulai kehabisan persediaan dan rumah sakit telah dibanjiri dengan penduduk yang gelisah. Sebagai antisipasi, Wuhan telah membuka rumah sakit baru dengan daya tampung 1.000 kasur pada Senin menurut media pemerintah.


Namun sayangnya meski akses virus ini sudah terkunci, penyebaran virus tak dapat dihindarkan. Prancis melaporkan tiga kasus corona virus di negaranya pada Jumat (24/1/2020) malam. Ini menjadi kasus penyebaran pertama di Eropa menurut Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn.

Adapun kasus penyebaran dan kematian ini tak hanya terjadi di China, namun juga di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, dan Amerika Serikat.

Hingga saat ini masih belum ditemukan vaksin ataupun penanganan khusus untuk virus baru ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan dari 63 kasus penyebaran di Amerika yang ditangani, sudah dikonfirmasi dua kasus. Keduanya dibenarkan telah melakukan perjalanan ke Wuhan baru-baru ini.

Senator Republik AS John Barrasso yang juga mantan dokter menyebutkan kemungkinan mereka yang terinfeksi ini dalam waktu 14 hari terakhir di China.

"Kami ingin mencoba menghentikan dan mencegah orang datang ke Amerika Serikat jika mereka memilikinya," kata John, dilansir dari CNBC, Sabtu (25/1/2020).

Seluruh bandara di dunia telah melakukan pengetatan penyaringan penumpang yang berasal dari China.

Adapun penyakit ini menunjukkan gejala demam, sulit bernapas dan batuk bahkan bisa menimbulkan pneumonia. Sebagian besar kematian terjadi pada pasien usia lanjut.

Hingga Kamis (23/1/2020) Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan telah ada 830 kasus yang dikonfirmasi dan 26 kematian.


[Gambas:Video CNBC]




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading