Prabowo Sering ke Luar Negeri, Jokowi Tak Tegur Malah Membela

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
24 January 2020 08:38
Jokowi telah memberikan kewenangan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memperkuat diplomasi pertahanan antar negara.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan khusus kepada jajaran Kementerian Pertahanan, TNI, hingga Polri terkait dengan isu seputar pertahanan dan kedaulatan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi telah memberikan kewenangan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memperkuat diplomasi pertahanan antar negara.

"Ini untuk meredam ketegangan antar negara. Dan siap persenjataan untuk melakukan penegakan hukum di wilayah kita," kata Jokowi, seperti dikutip Jumat (24/1/2020).



"Jadi kalau ada yang mempertanyakan, Pak Menhan pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan, bukan sekadar jalan-jalan," tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, diplomasi pertahanan tersebut salah satunya juga dalam rangka membeli alutsista. Jokowi menekankan harus cermat dalam memilih apa yang ingin dibeli dalam hal alutsista.

"Dalam rangka melihat alutsista yang ingin kita beli, bagus atau tidak bagus, bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semuanya dicek. Itu sudah kita diskusikan dengan pak Menhan, tidak sekali dua kali, banyak nih yang tidak tahu," kata Jokowi.

Jokowi memerintahkan kepada seluruh jajaran TNI-Polri untuk terus bersungguh-sungguh dalam rangka memperkuat dan menjaga kedaulatan. TNI-Polri, sambung Jokowi harus mampu menjaga kedaulatan dengan berdiri di garis paling depan.

[Gambas:Video CNBC]


Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga berbicara soal perang. TNI-Polri harus menguasai dan mengatasi perang yang menurutnya terjadi di era saat ini.

"Dan yang paling penting, kita harus mampu atasi semua spektrum pertahanan, mulai dari konflik internal, perang asimetrik, gerilya, perang proxy, maupun perang hybrid, yang menggabungkan strategi militer non militer, konvensional dan non konvesional," papar Jokowi.


"Ke depan tantangan kita semakin berat. Tantangan besar pertama adalah semakin luasnya spektrum konflik di berbagai belahan dunia," tutur Jokowi. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading