Gegara Beli Freeport, Laba Inalum Anjlok 85% Jadi Rp 800 M

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
22 January 2020 18:02
Bos holding pertambangan menyebut PT Inalum (Persero) atau MIND ID hanya mampu mencetak laba Rp 800 miliar sampai kuartal III ini.
Jakarta, CNBC Indonesia- Laba holding pertambangan Indonesia atau MIND ID merosot signifikan hingga kuartal III-2019. Bos holding pertambangan menyebut PT Inalum (Persero) atau MIND ID hanya mampu mencetak laba Rp 800 miliar sampai kuartal III ini.

"Turun 89% dibanding kuartal III-2018," ujar Direktur Utama PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak dalam paparannya di Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (22/01/2020).

Dari sisi pendapatan, sebenarnya Inalum mencatat kenaikan setinggi 25% menjadi Rp 60,5 triliun dibanding periode serupa di tahun 2018. Namun, dari sisi penambahan utang sangat melonjak signifikan.


Utang MIND ID tercatat naik 378% menjadi Rp 78,3 triliun. Orias mengatakan peningkatan utang terbesar terjadi di akhir tahun 2018 karena MIND ID melalukan pinjaman sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 56 triliun untuk biaya akuisisi PT Freeport Indonesia melalui obligasi global.

[Gambas:Video CNBC]


Transaksi akuisisi dilakukan oleh PT Inalum (Persero) selaku holding BUMN Pertambangan yang kini bernama MIND ID dengan Freeport McMoRan (FCX) dan Rio Tinto. Nilai transaksi mencapai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 55,8 triliun.

"Menyelesaikan transaksi pembelian saham PT Freeport, utang lain di anak usaha Timah dan Antam," ungkapnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi VII, Selasa, (22/01/2022).



Rasio utang terhadap ekuitas naik sebesar 370% dibandingkan Kuartal III tahun sebelumnya 1,04 x.

Lebih lanjut dirinya menerangkan bunga utang yang harus dibayar MIND ID dalam satu tahun sebesar 5,9 % di mana pinjaman yang dilakukan dalam bentuk dolar. Sementara bunga utang yang harus dibayarkan anak usaha sebesar 8,5% di mana utang yang dilakukan dalam bentuk rupiah.

"Karena utang signifikan EBITDA mengalami penurunan 29% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 8,9 triliun," imbuhnya.


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading