Ketua KPK Soal Pertemuan dengan Luhut, Ada Apa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
17 January 2020 06:06
Ketua KPK Soal Pertemuan dengan Luhut, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri buka-bukaan soal pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (16/1/2020). Ia membantah apabila pimpinan KPK memenuhi panggilan Luhut.

"Sebenarnya bukan pertemuan dengan Pak Luhut. Saya bertemu dengan Menko Kemaritiman dan Investasi," ujar Firli dalam pertemuan dengan PT Trans Media Corpora di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (17/1/2020).

Firli Buka-bukaan Soal Pertemuan dengan Luhut, Ada Apa?Foto: Ketua KPK Firli Bahuri dalam pertemuan dengan PT Trans Media Corpora di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (17/1/2020). (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)



Menurut dia, Kemenko Marves merupakan kementerian yang strategis. Sebab, tujuan pembangunan nasional dapat terwujud apabila ada iklim investasi yang sehat. Apabila investasi lancar, maka lapangan kerja pun akan tercipta.

Lebih lanjut, Firli mengutip konsep yang tertuang dalam buku nonfiksi karya Daron Acemoglu dan James Robinson berjudul "Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty". Di dalam buku itu disebutkan bahwa kegagalan suatu negara dipicu oleh korupsi.

"Ada suatu negara yang dagingnya busuk, buahnya busuk, dan listriknya mati. Ternyata itu adalah akibat korupsi. Itu yang jadi concern saya," kata Firli.

Sebelumnya, Firli bersama sejumlah pimpinan KPK menemui Luhut di kantor Kemenko Marves, Rabu (16/1/2020). Seperti dikutip dari situs resmi KPK, Firli mengatakan kunjungan itu merupakan amanat dari UU Nomor 19 Tahun 2019.

"Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi merupakan kementerian yang strategis karena investasi sekarang dikelola oleh kementerian ini. Sebagai lembaga penegak hukum KPK akan fokus mewujudkan kepastian hukum dan pada saat yang sama akan mendukung penciptaan iklim investasi yang akan membuka lapangan pekerjaan dan muaranya pada peningkatan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.



Luhut menyambut baik kunjungan pimpinan KPK. Saat memberikan sambutan, politikus senior Partai Golongan Karya itu menyatakan setiap investasi akan melibatkan KPK sebagai upaya pencegahan.

"Tapi kami juga berpesan pencegahan korupsi perlu didorong tanpa meninggalkan penindakan," ujar Luhut.

Sebelumnya, Luhut sudah menjanjikan untuk memanggil pimpinan KPK pada pagi hari sebelum pertemuan itu.

"Hey, kamu nangkep-nangkep ini yes good, tapi banyak kerjaan lain yang lebih hebat dari ini yang kau bisa menghemat uang negara'," katanya dalam Standard Chartered Global Research Briefing and Investor Forum 2020 di Hotel Mulia Senayan, Rabu (16/1/2020) pagi.

Ia mencontohkan penyelundupan nikel yang bernilai ratusan juta dolar AS. Luhut mengatakan jumlah itu tidaklah sedikit.

"Saya challenge (tantang) mereka (KPK). Sebab, pencegahan dan penindakan seperti dua sisi mata uang," kata mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut.
(miq/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading