PDIP Catat Lebih Dari 20 Nama Capres 2024, Sandiaga Uno Juga?

News - Syarifah Rachma & Efrem Siregar, CNBC Indonesia
16 January 2020 14:52
PDIP Catat Lebih Dari 20 Nama Capres 2024, Sandiaga Uno Juga?
Jakarta, CNBC Indonesia - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons sapaan Presiden Joko Widodo kepada Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara pelantikan pengurus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2020-2022 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Dalam acara itu, Jokowi menyapa Sandiaga lantas berkata 'Hati-hati 2024'.

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai banyak nama yang sudah 'tampil' sebagai calon presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

"Jadi saya kira kita catat saja. Banyak nama ada yang berasal dari parpol, profesional, jalur kementerian, dari jalur gubernur, seterusnya, biar masing-masing kita catat kita inventarisasi," katanya ketika dihubungi detik.com, Rabu (15/1/2020).


"Jadi nggak usah terlalu dini. Karena yang namanya muncul terlalu dini biasanya sering tidak mendapatkan dukungan karena dianggap terlalu ambisius," lanjut Hendrawan.

Ia lantas menyebut PDIP sudah ada lebih dari 20 nama capres 2024-2029.

"Dicatat terus dari jalur kementerian, dicatat. Justru banyak. Kami exercise kami lebih dari 20 (kandidat). Jadi jangan terlalu dipermainkan oleh sponsor-sponsor yang mau mengaduk-aduk perasaan kita," kata Hendrawan.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Sufmi Dasco Ahmad menilai tidak ada yang salah dari pernyataan Jokowi.

"Bahwa setiap warga negara yang mempunyai hak dan kedudukan yang sama, apalagi kemudian memenuhi persyaratan secara formal untuk maju menjadi capres ya tentunya boleh," katanya seperti dilansir detik.com.

"Nah di acara Hipmi itu mungkin salah satunya ada Pak Sandi yang kebetulan sudah pernah menjadi cawapres dan ya mungkin persyaratan formal semuanya sudah dilewati. Tentunya pasti prospek untuk mencalonkan jadi capres bukanlah hal yang mustahil. Nah itu kan masih nanti akan 2024," lanjut Dasco.

Dalam acara kemarin, Jokowi menyapa seluruh eks ketua umum BPP Hipmi. Namun, dia mengaku hanya mengingat Sandi.

"Yang hafal hanya satu bapak Sandiaga Uno. Hati-hati 2024," sambung Jokowi disambut riuh teriakan para peserta.

Jokowi kemudian menyampaikan ulang pernyataan dari Ketua Dewan Pembina BPP Hipmi yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Kandidat pengganti Jokowi itu akan berasal dari kalangan BPP Hipmi.

"Dan saya meyakini itu. Tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa, hanya tadi yang baru saja berdiri tadi," kata Jokowi.



Ditemui terpisah, Sandiaga buka suara perihal 'kode' keras yang disampaikan Jokowi. Sandiaga menanggapi santai kata-kata Jokowi.

"Ya saya mungkin pak presiden guyon atau ingin membesarkan hati saya. Pak presiden orangnya baik," ujarnya.

Menurut Sandiaga, pilpres masih lama. Sekarang yang terpenting adalah menjaga persatuan dan kesatuan.

"Proses politik sudah selesai. Saatnya persatuan. Kalau kita berjuang ada di tiap tarikan nafas jadi jangan pernah berhenti berjuang," ujar Sandiaga yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional Rico Marbun memiliki analisis tersendiri perihal 'kode keras' Presiden Joko Widodo kepada Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara pelantikan pengurus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2020-2022 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Menurut dia, sapaan Jokowi kepada Sandiaga merupakan taktik yang jitu dari Jokowi untuk memecah perhatian kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Anies digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat calon presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029.

"Kompetitor yang paling berat kan dari jajaran kepala daerah. Anies Baswedan, (Gubernur Jawa Barat) Ridwan Kamil, kemudian Ganjar (Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo), Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini). Kalau kita melihat seperti Anies ini kan dikritik oleh banyak pihak, terutama pengamanan banjir dan sebagainya. Ketika bola itu dilempar oleh ke Sandiaga, berarti kan yang ada di spot perhatian publik, itu kan Sandiaga Uno," kata Rico.

"Dalam posisi itu, ini taktik untuk memecah serangan. Jadi spotlight itu tidak hanya ke Anies Baswedan tapi juga lari ke Sandi. Jadi ini oleh presiden dibagi rata. Saya pikir sih yang diuntungkan tentunya kandidat yang lain, tentunya partai politik selain Gerindra. Begitu maksud saya," lanjutnya seperti dikutip dari detik.com, Kamis (16/1/2020).

[Gambas:Video CNBC]



(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading