Sapa Sandiaga 'Hati-hati 2024' Taktik Jokowi Bendung Anies?

News - Efrem Siregar & Syarifah Rachma, CNBC Indonesia
16 January 2020 13:02
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Media Survei Nasional Rico Marbun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Eksekutif Media Survei Nasional Rico Marbun memiliki analisis tersendiri perihal 'kode keras' Presiden Joko Widodo kepada Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara pelantikan pengurus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2020-2022 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (15/1/2020).


Menurut dia, sapaan Jokowi kepada Sandiaga merupakan taktik yang jitu dari Jokowi untuk memecah perhatian kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Anies digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat calon presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029.

"Kompetitor yang paling berat kan dari jajaran kepala daerah. Anies Baswedan, (Gubernur Jawa Barat) Ridwan Kamil, kemudian Ganjar (Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo), Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini). Kalau kita melihat seperti Anies ini kan dikritik oleh banyak pihak, terutama pengamanan banjir dan sebagainya. Ketika bola itu dilempar oleh ke Sandiaga, berarti kan yang ada di spot perhatian publik, itu kan Sandiaga Uno," kata Rico.


"Dalam posisi itu, ini taktik untuk memecah serangan. Jadi spotlight itu tidak hanya ke Anies Baswedan tapi juga lari ke Sandi. Jadi ini oleh presiden dibagi rata. Saya pikir sih yang diuntungkan tentunya kandidat yang lain, tentunya partai politik selain Gerindra. Begitu maksud saya," lanjutnya seperti dikutip dari detik.com, Kamis (16/1/2020).

Dalam acara kemarin, Jokowi menyapa seluruh eks ketua umum BPP Hipmi. Namun, dia mengaku hanya mengingat Sandi.

"Yang hafal hanya satu bapak Sandiaga Uno. Hati-hati 2024," sambung Jokowi disambut riuh teriakan para peserta.

Jokowi kemudian menyampaikan ulang pernyataan dari Ketua Dewan Pembina BPP Hipmi yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Kandidat pengganti Jokowi itu akan berasal dari kalangan BPP Hipmi.

"Dan saya meyakini itu. Tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa, hanya tadi yang baru saja berdiri tadi," kata Jokowi.



Ditemui terpisah, Sandiaga buka suara perihal 'kode' keras yang disampaikan Jokowi. Sandiaga menanggapi santai kata-kata Jokowi.

"Ya saya mungkin pak presiden guyon atau ingin membesarkan hati saya. Pak presiden orangnya baik," ujarnya.


Menurut Sandiaga, pilpres masih lama. Sekarang yang terpenting adalah menjaga persatuan dan kesatuan.

"Proses politik sudah selesai. Saatnya persatuan. Kalau kita berjuang ada di tiap tarikan nafas jadi jangan pernah berhenti berjuang," ujar Sandiaga yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020), Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai tidak ada yang salah dari pernyataan Jokowi.

"Bahwa setiap warga negara yang mempunyai hak dan kedudukan yang sama, apalagi kemudian memenuhi persyaratan secara formal untuk maju menjadi capres ya tentunya boleh," katanya seperti dilansir detik.com.

"Nah di acara Hipmi itu mungkin salah satunya ada Pak Sandi yang kebetulan sudah pernah menjadi cawapres dan ya mungkin persyaratan formal semuanya sudah dilewati. Tentunya pasti prospek untuk mencalonkan jadi capres bukanlah hal yang mustahil. Nah itu kan masih nanti akan 2024," lanjut Dasco.


(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading