Impor Dipangkas 30 Juta Barel, Pertamina Kebut Cari Minyak

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
15 January 2020 16:33
Pertamina langsung kebut negosiasi dengan KKKS untuk mencari pasokan minyak mentah di tahun ini, progres sudah mencapai 74%.
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas jatah impor minyak mentah PT Pertamina (Persero) dari 80 juta barel jadi 50 juta barel di 2020.

"Sekitar 30 juta barel setahun pengurangannya," jelas Plt Direktur Jenderal Migas Pertamina Djoko Siswanto, kemarin. Ini juga dilakukan agar Pertamina bisa berupaya membeli dan negosiasi lebih gencar dengan KKKS yang berproduksi di sini dan produknya belum sukses dibeli.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan akan menindaklanjuti instruksi kementerian tersebut, dan mengoptimalkan penyerapan minyak mentah dalam negeri yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti Chevron dan kawan-kawan.


"Saat ini, Pertamina juga telah melakukan negosiasi dan bahkan sudah mencapai kesepakatan (deal) sekitar 74% dari KKKS yang memberikan penawaran," ujar Fajriyah, Rabu (15/1/2020).



[Gambas:Video CNBC]


Ia memaparkan di 2019, Pertamina menyerap minyak dalam negeri dari jatah pemerintah, anak usaha Pertamina, dan 43 KKKS. Total minyak yang diboyong, menurutnya, hampir 90% produksi minyak mentah di Indonesia. Jumlahnya mencapai 147 juta barel di 2019.

Angka ini, kata dia, melonjak 1000% dari total serapan pada 2018 lalu. Selama tahun 2019, pembelian minyak mentah dari luar negeri sekitar 212 ribu barel per hari atau sekitar 23% dari total kebutuhan (intake) kilang. Jumlah ini berhasil mengalami penurunan signifikan lebih dari 30% dibanding 2018.

Artikel Selanjutnya

Pertamina Kebut Pembangunan Kilang Minyak


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading