Internasional

Iran Membara, Massa Serukan Demo Besar Tuntut Pemerintah

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 January 2020 14:33
Iran Membara, Massa Serukan Demo Besar Tuntut Pemerintah
Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi di Iran masih berlangsung. Bahkan, Reuters menuliskan, terdapat seruan besar-besaran di sosial media negara itu untuk kembali berdemo menuntut pemerintah.

Massa yang marah masih menyayangkan peristiwa jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines di Teheran, akibat salah tembak rudal Iran, 8 Januari lalu. Apalagi pesawat naas tujuan Kiev Ukraina itu juga berisi banyak penumpang warga Iran.

"Kami akan turun ke jalan," bunyi salah satu unggahan di sosial media Rabu (15/1/2020). Ajakan itu juga memuat ketidakpercayaan pada pemerintah, yang dinilai korup.


Demo di Iran sudah terjadi sejak Sabtu pekan lalu. Tepat setelah pemerintah Iran mengumumkan secara tak sengaja menembak pesawat Ukraina karena human error.

Demo pun terus terjadi. Bukan hanya menuntut ada pihak yang bertanggung jawab, demo juga mengarah pada upaya melengserkan pemerintah termasuk Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Khamenei.

Bahkan dalam beberapa protes, sejumlah poster yang menyerukan Khamenei mundur dibawa para pengunjuk rasa. Selain itu poster bertuliskan "Mati-lah Khamanei" juga terlihat.

Sementara itu, terkait kecelakaan pesawat ini, Iran mengaku telah menahan 30 orang. "Investigasi secara luas sudah dilakukan dan beberapa pihak sudah ditangkap," kata Juru Bicara Kementerian Hukum Iran, Gholamhossein Esmaili, sebagaimana dilansir AFP.

"Serangkaian investigasi sudah dilakukan ... Saran-saran sudah diberikan sejauh ini untuk mencari kebenaran."

Meski demikian, Iran belum menyebutkan jelas siapa saja pihak yang ditahan. Sebelumnya Pemimpin Angkatan Udara Garda Revolusi, Brigadir General Amirali Hajizadeh mengaku bertanggung jawab sepenuhnya namun tembakan dilakukan atas inisiatif pribadi.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidato resminya di televisi nasional Iran, mengatakan akan menghukum semua pihak yang terlibat dalam kecelakaan yang tak disengaja itu.

"Ini adalah kesalahan yang tak termaafkan," katanya sebagaimana dikutip dari Reuters. "Satu orang saja tidak bisa bertanggung jawab pada kecelakaan pesawat ini."

Ia pun menambahkan hal ini adalah peristiwa tragis yang akan diinvestigasi negara tersebut. Bahkan ia membuka pintu kepada publik Iran dan negara lain yang warganya menjadi korban, untuk berpartisipasi.

"Pasukan militer Iran menyadari kesalahan mereka. Ini adalah langkah awal yang baik," katanya. "Kita akan meyakinkan masyarakat bahwa hal ini tak akan terjadi lagi."


[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading