RI Impor Ikan dari China, Pemerintah Klaim Tak Tekor!

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
14 January 2020 17:38
RI Impor Ikan dari China, Pemerintah Klaim Tak Tekor! Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim perdagangan sektor perikanan antara Indonesia dan China justru mengalami surplus. Indonesia memang masih mengimpor ikan dan tepung ikan untuk industri dalam negeri.

"Tahun 2018 kita impor ikan dari China kurang lebih 80 ribu ton, tahun 2019 sebanyak 70 ribu ton dengan nilai impor US$ 83 juta jadi US$ 85 juta. Sementara kita ekspor ke China di 2018 mencapai US$ 675 juta, 2019 naik US$ 726 juta jadi ada surplus US$ 641 juta," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Agus Suherman kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/1).

Agus mengatakan produk ikan impor dari China dalam bentuk tepung ikan untuk kebutuhan bahan baku industri pakan ternak. Selain itu, ada impor ikan makarel untuk pemindangan dan pengalengan.




"Untuk tahun mendatang meningkat nilai ekspor ke China, rumput laut, cumi, sotong karena produksi naik," katanya.

Ia mengatakan kontribusi impor perikanan dari China justru pada 2019 turun kontribusinya dari tahun sebelumnya. Sehingga China bukan pemasok utama perikanan impor ke Indonesia.

"Ini menarik di 2019, China impor nomor dua, sebelumnya Jepang, Amerika nomor satu, nomor tiga Jepang," katanya.

Langkah yang dilakukan oleh KKP untuk memaksimalkan ekspor perikanan, terutama yang bersumber dari Kepulauan Natuna.

"Bantuan tambah sarana perikanan, colt storage kita dorong dari Natuna bisa langsung ekspor ke luar untuk kapal penangkapan ikan, masih ada peluang kapal 150 GT ke atas terutama di utara Natuna," katanya.



[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading