Round Up

AS-Iran Masih Tinggi: Serangan Baru, dari Ayatollah ke Trump

News - Redaksi, CNBC Indonesia
14 January 2020 06:53
Trump Ogah Negosiasi
Presiden (AS) Donald Trump mengatakan ia tidak peduli jika para pejabat Iran ingin bernegosiasi dengan AS atau tidak.

Pernyataannya itu disampaikan hanya beberapa jam setelah penasihat keamanan nasionalnya, Robert O'Brien mengatakan bahwa sanksi yang diterapkan AS membuat pemerintahan Iran ingin mengadakan negosiasi.

"Penasihat Keamanan Nasional mengatakan hari ini bahwa sanksi & protes membuat Iran "tersedak", sehingga memaksa mereka untuk bernegosiasi. Sebenarnya, saya tidak peduli jika mereka bernegosiasi. Akan sepenuhnya tergantung pada mereka tetapi, tidak ada senjata nuklir dan "jangan membunuh pemrotes Anda"," tulis Trump di twitternya.

Beberapa jam kemudian Trump kembali menge-tweet pernyataan yang sama, namun menggunakan bahasa Persia yang digunakan Iran.

Sebelumnya dalam Fox News Sunday O'Brien mengatakan bahwa Iran tidak punya pilihan selain untuk terlibat secara diplomatis dengan pemerintahan Trump. Itu dikarenakan sanksi baru berhasil meningkatkan tekanan pada Teheran, katanya.

"Saya pikir kampanye tekanan maksimum berhasil," kata O'Brien. "Iran dicekik, dan Iran tidak akan memiliki pilihan lain selain berunding."

"Apa yang akan menyebabkan mereka bernegosiasi adalah tekanan pada ekonomi, dan karena Anda memiliki siswa di luar sana meneriakkan, 'Kematian bagi diktator,' dan karena Anda memiliki ribuan warga Iran keluar memprotes di jalan, itu adalah semacam tekanan yang akan membawa mereka untuk berunding," tambahnya, sebagaimana dikutip dari The Hill, Senin.






(sef/sef)
HALAMAN :
1 2 3 4 5 6
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading