Round Up

AS-Iran Masih Tinggi: Serangan Baru, dari Ayatollah ke Trump

News - Redaksi, CNBC Indonesia
14 January 2020 06:53
Milisi Pro Iran Tetap Kobarkan Perang ke AS

Milisi Pro Iran Tetap Kobarkan Perang ke AS

Kelompok pro Iran dari Libanon, Hizbullah, mengatakan sudah saatnya bagi sekutu Iran untuk mulai membalas dendam ke AS yang telah menewaskan Jenderal Qasem Soleimani.

"Saya percaya ini saatnya sumbu perlawanan untuk mulai bekerja," kata Pimpinan kelompok itu Sayyed Hassan Nasrallah, dalam pidatonya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin.

"Pasukan perlawanan serius dan menargetkan tujuan besar yang saya usulkan (mengusir pasukan AS dari Timur Tengah)," kata Nasrallah lagi. "Pembalasan akan terjadi dalam beberapa hari, minggu dan bulan mendatang."


Hizbullah merupakan sebuah kelompok bersenjata lengkap yang dicap sebagai organisasi teroris oleh AS. Kelompok ini didirikan pada 1982 oleh Pengawal Revolusi Iran dan merupakan bagian penting dari aliansi regional yang dipimpin Teheran.

Sebelum Nasrallah menyampaikan seruannya, Iran memang telah melakukan serangan rudal ke dua markas militer AS di Irak pada Rabu dan Kamis lalu. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut serangan itu sebagai tamparan untuk AS.

Selain itu, Nasrallah menyebut Presiden AS Donald Trump telah berbohong pada rakyatnya. Karena telah menuduh Soleimani merencanakan serangan terhadap kedutaan AS.

"Trump berbohong kepada rakyatnya ... Haji Qasem Soleimani tidak berencana untuk meledakkan kedutaan besar Amerika." jelasnya.


Trump Ogah Negosiasi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5 6
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading