ESDM Janji Tarif Listrik Tak Naik Sampai Maret, Habis Itu?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
06 January 2020 16:33
ESDM hanya janjikan tidak ada kenaikan tarif listrik sampai Maret 2020, habis itu masih perlu dikaji lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Triwulan I tahun 2020 tidak ada penyesuaian tarif listrik untuk kelompok rumah tangga mampu 900 watt, juga dengan pencabutan subsidi di kelompok tersebut.

Namun untuk Triwulan II tahun 2020, Kementerian ESDM akan mengkaji ulang soal tarif, sekaligus menunggu usulan dari PLN.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana. Rida menerangkan tarif adjusment diajukan per tiga bulan. "Januari - Maret kan sesuai dengan keputusan pak Menteri (ESDM) kan (tidak naik)," ungkapnya di Kator Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin, (6/01/2020).


Meski PLN yang mengajukan, imbuhnya, keputusan tetap ada di tangan pemerintah. Di mana penentuan tarif listrik didasarkan pada empat faktor, yakni nilai tukar, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta harga patokan batu bara. "Kalau untuk yang ini udah dong, Desember ngajuin. Apapun yang mereka usulkan keputusan ada di tangan pemerintah. Pemerintah hadir lah, negara hadir tahan dulu," terangnya.

[Gambas:Video CNBC]



Menurutnya tujuan diambilnya kebijakan ini untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing indutri. Selaras juga dengan permintaan Presiden agar stabilitas harga dan lainnya tetap dipertahankan. "Logiknya tarif juga harus dijaga tetap maka kemudian kebijakan untuk tiga bulan ini tarif semua listrik nggak ada perubahan alias tetap," imbuhnya.



Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan tidak ada penyesuaian tarif. "Belum ada, jaga kestabilan dulu lah," ujar Menteri ESDM, Arifin Tasrif, saat dijumpai di kantornya, Jumat (27/12/2019).

Arifin menjelaskan, rencana pencabutan subsidi dan penyesuaian tarif listrik tersebut ditunda karena masih perlu verifikasi data pelanggan lebih rinci. Meskipun, kata dia, PLN pernah mengajukan data kelompok yang bisa terimbas rencana pencabutan subsidi namun dinilai masih belum perlu dilakukan di tahun 2020. "Masih banyak yang bisa dihemat," katanya.

Penghematan tersebut di antaranya dengan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien di tubuh PLN, misal mengurangi penggunaan diesel. Arifin belum bisa memastikan sampai kapan validasi dan evaluasi data pelanggan ini berlangsung. "Sampai PLN siap dengan data-datanya. Kan harus lewat banyak ini, nanti salah diomelin lagi," ujarnya. 


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading